Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). /Ist- Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono memastikan gelombang setinggi lima meter yang menerjang kawasan pesisir selatan tidak sampai menimbulkan kerusakan. Meski demikian, masyarakat yang berada di kawasan pantai diminta untuk berhati-hati agar terhindar dari musibah kecelakaan laut.
“Puncaknya kemarin [Sabtu 18/7]. Memang ada kenaikan gelombang, namun semua aman terkendali,” kata Marjono, Minggu (19/7/2020).
BACA JUGA : Hati-Hati! Pantai Selatan DIY Akan Diterjang Gelombang
Menurut dia, tidak adanya kerusakan tidak lepas dari antisipasi yang dilakukan relawan. Sebelum adanya kenaikan tinggi gelombang, para nelayan maupun pedagang sudah diberikan informasi berkaitan dengan ancaman gelombang tinggi. Selain itu, pada saat terjadi puncak kondisi laut sedang surut sehingga tidak berdampak signifikan.
“Untuk saat ini sudah terpantau landai. Tapi, tetap harus waspada agar tidak menjadi korban kecelakaan laut,” katanya.
Marjono menuturkan, tim SAR akan terus mengingatkan para wisatawan maupun nelayan yang berakitivitas di laut. Untuk nelayan diminta membawa alat perlindungan diri seperti jaket pelampung saat menangkap ikan. Pelampung ini, kata dia, sangat bermanfaat saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena bisa menjadi penyelamat saat dalam kondisi darurat.
BACA JUGA : Ombak Pantai Selatan Mengganas, Perahu Nelayan
“Untuk pengunjung jangan bermain di area yang berbahaya seperti rip current [arus balik air laut] sehingga terhindar dari laka laut. Kami akan terus mengingatkan pada saat ada yang bermain di area berbahaya, baik melalui pengeras suara atau teguran secara langsung,” katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Baron, Sumardi mengatakan, adanya geombang tinggi sempat mengganggu aktivitas penangkapan ikan. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan karena fenomena itu memang sering terjadi hampir setiap tahun.
“Harapan kami agar tangkapan bisa melimpah sehingga pendapatan nelayan bisa maksimal,” katanya.
Disinggung mengenai pantauan di laut, Mardi mengakui terus berkoordinasi dengan petugas SAR. Ia mencontohkan, pada saat ada prakiraan tentang kenaikan gelombang pasti akan ada informasi ke nelayan. Selain itu, nelayan juga sering melakukan pembaharuan data terkini tentang kondisi laut melalui gawai yang dimilki.
“Setiap empat jam, BMKG melakukan pembaharuan data gelombang, jadi nelayan memanfaatkan smartphone yang dimiliki untuk pemantauan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.