Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Wisatawan mengunjungi Pantai Kukup, Gunungkidul, Minggu (28/6/2020)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 pada beberapa hari terakhir adalah konsekuensi pembukaan DIY bagi pengunjung dari luar daerah. Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan pembukaan ini tetap menjadi pilihan dengan pertimbangan perekonomian masyarakat.
“Kalau ditutup sama sekali dengan alasan kesehatan, akan jadi masalah untuk perekonomian masyarakat. Pilihan yang sulit dua-duanya, tetapi mau tidak mau harus kita hadapi. Yang terpenting bagaimana kita beraktivitas tapi masyarakat dengan sadar menjaga protokol kesehatan,” kata Baskara, Rabu (22/7/2020).
Meski demikian, ia memastikan pembukaan DIY tetap terbatas. Ia mencontohkan destinasi wisata yang belum menerima wisatawan rombongan, melainkan sebatas perorangan atau keluarga. Bus yang mengangkut penumpang lebih dari 70% kapasitasnya juga tidak diterima.
BACA JUGA: 90% Pasien Positif Covid-19 di DIY adalah OTG
Objek wisata yang belum terdaftar sebagai destinasi yang sudah bisa dikunjungi, harus mengantongi rekomendasi dari asosiasi atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayahnya untuk memastikan sarana dan prasarana memungkinkan penerapan protokol kesehatan.
Destinasi wisata yang belum bisa memenuhi kelengkapan protokol kesehatan tidak akan mendapat rekomendasi. “Semisal bioskop atau tempat karaoke, harus dipertimbangkan, karena sulit menerapkan protokolnya,” kata dia.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus positif Covid-19 di DIY meningkat signifikan tiap hari.Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY memastikan 90% pasien positif terinfeksi Corona di DIY saat ini merupakan orang tanpa gejala (OTG).
BACA JUGA: 23 dari 28 Kasus Baru Corona di DIY Hari Ini Menginfeksi Warga Bantul
Pada Minggu (19/7/2020) 16 kasus kasus ditemukan dalam sehari. Itu adalah rekor harian sejak kasus pertama diumumkan pada Maret lalu. Rekor kembali pecah pada Selasa (21/7/2020) kemarin. Sebanyak 28 kasus ditemukan, sebagian besar di Bantul.
Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan kasus positif Covid-19 saat ini didominasi OTG. Mereka bukan hasil pasien bergejala Covid-19 yang periksa di fasilitas kesehatan, melainkan hasil tracing kontak positif atau swab masal.
Yang perlu diwaspadai dari banyaknya OTG adalah melindungi kelompok rentan. “Kita tidak tahu seperti apa OTG, apakah sakit atau tidak. Dia tidak ada masalah dengan kesehatannya,” ujarnya, Rabu (22/7/2020).
Gugus tugas kini memperluas tracing kontak kasus positif. Ia mencontohkan penemuan 23 kasus positif di Bantul pada Selasa kemarin juga merupakan hasil dari perluasan tracing kontak.
Selain perluasan kontak yang dilacak, gugus tugas juga mewawancarai secara mendalam kontak erat maupun yang tidak erat, sehingga akan terlihat mana saja orang yang perlu diambil swab. Metode ini juga diberlakukan terhadap pada pendatang dari luar daerah melalui puskesmas. “Ini bergantung pada kedisiplinan ketua RT masing-masing untuk memastikan setiap pendatang melapor,” kata dia.
Gugus tugas masih memprioritaskan tenaga kesehatan dalam tes swab massal. Tenaga kesehatan di DIY yang kini terkonfirmasi positif berjumlah 30 orang atau 6-7% dari total kasus. Dari jumlah itu, 80% nakes telah sembuh. “Nakes sebetulnya OTG juga. Tidak semua [tertular] dari pelayanan, ada yang pulang dari pendidikan,” ungkapnya.
Nakes menjadi prioritas dalam swab masal karena memiliki risiko tinggi dan menjadi aset penting dalam penanganan covid-19. Jika nakes tidak dilindungi, pelayanan kesehatan juga tidak optimal.
Sampai saat ini, total swab yang telah diperiksa di DIY sebanyak 22.300 sampel dari 18.011 orang. Berdasarkan penghitungan dalam dua pekan terakhir, positivity rate DIY meningkat menjadi 1,95.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.