90% Pasien Positif Covid-19 di DIY adalah OTG

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Juli 2020 13:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam beberapa hari terakhir, kasus positif Covid-19 di DIY meningkat signifikan tiap hari.Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY memastikan 90% pasien positif terinfeksi Corona di DIY saat ini merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Pada Minggu (19/7/2020) 16 kasus kasus ditemukan dalam sehari. Itu adalah rekor harian sejak kasus pertama diumumkan pada Maret lalu. Rekor kembali pecah pada Selasa (21/7/2020) kemarin. Sebanyak 28 kasus ditemukan, sebagian besar di Bantul.

BACA JUGA: 23 dari 28 Kasus Baru Corona di DIY Hari Ini Menginfeksi Warga Bantul

Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan kasus positif Covid-19 saat ini didominasi OTG. Mereka bukan hasil pasien bergejala Covid-19 yang periksa di fasilitas kesehatan, melainkan hasil tracing kontak positif atau swab masal.

Yang perlu diwaspadai dari banyaknya OTG adalah melindungi kelompok rentan. “Kita tidak tahu seperti apa OTG, apakah sakit atau tidak. Dia tidak ada masalah dengan kesehatannya,” ujarnya, Rabu (22/7/2020).

Gugus Tugas kini memperluas tracing kontak kasus positif. Ia mencontohkan penemuan 23 kasus positif di Bantul pada Selasa kemarin juga merupakan hasil dari perluasan tracing kontak.

BACA JUGA: Kasus Positif Covid-19 di Sewon Bantul Melonjak Drastis, Tambah 8 Pasien dalam Satu Hari

Selain perluasan kontak yang dilacak, gugus tugas juga mewawancarai secara mendalam kontak erat maupun yang tidak erat, sehingga akan terlihat mana saja orang yang perlu diambil swab. Metode ini juga diberlakukan terhadap pada pendatang dari luar daerah melalui puskesmas. “Ini bergantung pada kedisiplinan ketua RT masing-masing untuk memastikan setiap pendatang melapor,” kata dia.

Gugus tugas masih memprioritaskan tenaga kesehatan dalam tes swab massal. Tenaga kesehatan di DIY yang kini terkonfirmasi positif berjumlah 30 orang atau 6-7% dari total kasus. Dari jumlah itu, 80% nakes telah sembuh. “Nakes sebetulnya OTG juga. Tidak semua [tertular] dari pelayanan, ada yang pulang dari pendidikan,” ungkapnya.

BACA JUGA: 23 Pasien Baru Covid-19 di Bantul Berasal dari Kecamatan Ini

Nakes menjadi prioritas dalam swab masal karena memiliki risiko tinggi dan menjadi aset penting dalam penanganan covid-19. Jika nakes tidak dilindungi, pelayanan kesehatan juga tidak optimal.

Sampai saat ini, total swab yang telah diperiksa di DIY sebanyak 22.300 sampel dari 18.011 orang. Berdasarkan penghitungan dalam dua pekan terakhir, positivity rate DIY meningkat menjadi 1,95.