Kasus Positif Covid-19 di Sewon Bantul Melonjak Drastis, Tambah 8 Pasien dalam Satu Hari

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
21 Juli 2020 13:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lonjakan pasien positif Covid-19 terjadi di Kecamatan Sewon, Bantul. Pada Senin (20/7/2020) kemarin, ada empat positif. Selasa (21/7/2020) hari ini, kasus positif bertambah signifikan menjadi 12 pasien.

Tambahan delapan pasien positif tersebut adalah empat warga Bangunharjo dan empat warga Panggungharjo.

BACA JUGA: Bidan Pendowoharjo Bantul Positif Covid-19: Bakul Angkringan Dites Swab, 15 Orang Ditelusuri

“Hasil uji usap tadi pagi, ada tambahan delapan pasien positif. Kedelapan pasien tersebut, adalah mantan PPDP [Petugas Pemutakhiran Data Pemilih, petugas untuk pemilu]. Saat ini kami mulai lakukan tracing ke dua desa tersebut,” kata Camat Sewon Danang Irwanto, Selasa.

Pihaknya masih mendalami apakah ada kontak dengan warga lainnya di wilayahnya. Sebab, beberapa PPDP tersebut sempat berinteraksi sebelum akhirnya reaktif saat menjalani tes cepat dan dinyatakan positif Covid-19 usai uji usap. “Mereka memang sudah diganti oleh KPU. Tetapi kami harus tetap melakukan tracing, sebab ada kemungkinan mereka kontak dengan warga lainnya,” lanjut Danang.

BACA JUGA: Puskesmas di Bantul yang Ditutup karena Covid-19 Terus Bertambah, Kini Sewon II

Kecamatan Sewon menarik perhatian karena terdapat tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Sewon II terinfeksi Covid-19 sehingga puskesmas ditutup sementara. Ada juga bidan yang bermukim di Pendowoharjo, Sewon, yang positif Covid-10.

Danang mengatakan 23 orang telah menjalani tes swab (uji usap) untuk menelusuri penyebaran virus Corona dari nakes Puskesmas II Sewon.

“Untuk kontak dengan lainnya, kami masih terus melakukan tracing,” ucapnya.

BACA JUGA: 120 Petugas Pemilu di Bantul Reaktif Rapid Test Corona, Mereka Berasal dari Kecamatan Ini

Kepala Desa Bangunharjo Yuni Ardi Wibowo mengatakan, saat ini 17 orang yang sempat kontak dengan dokter positif di Puskesmas Sewon II sedang melakukan isolasi mandiri.

“Ini dilakukan sembari menunggu hasil uji usap. Untuk dokternya sendiri setahu kami hanya bertugas di Puskesmas Sewon II. Ia kemungkinan terpapar karena melayani pasien yang tidak jujur tentang riwayat sakit dan perjalanan,” katanya.