Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000, 254 Orang Meninggal
Kasus Ebola di Kongo tembus 1.000 dengan 254 kematian. Otoritas waspadai potensi wabah lebih besar di Afrika.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, menghentikan praktik salah satu bidan sampai waktu tidak ditentukan setelah bidan tersebut positif Covid-19 beberapa waktu lalu.
Bidan yang juga praktik di Puskesmas Kasihan I tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah mejalani uji usap massal oleh Dinkes Bantul. Walhasil, Puskesmas Kasihan I harus ditutup Senin (20/7/2020) hingga Selasa (21/7/2020).
“Kami hentikan praktiknya hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19,” kata Pj Kepala Desa Pendowoharjo, Sewon, Baron Nur Cahyo kepada Harian Jogja, Senin (20/7/2020) siang.
BACA JUGA: Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Prediksi Terbaru Pakar UGM
Saat ini uji usap (swab) juga telah dilakukan kepada 9 orang yang tinggal satu rumah dengan bidan tersebut.
“Kesembilan orang ini sudah termasuk penjual angkringan yang biasa berjualan di depan rumahnya. Ini adalah tracing awal kami sejak mengetahui yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19,” terang dia.
Selain itu, dia menyatakan saat ini riwayat kontak dari bidan tersebut masih terus ditelusuri. Salah satu upayanya adalah menghubungi 15 orang pasien yang sempat memeriksakan diri ke tempat bidan tersebut praktik secara mandiri di rumah.
BACA JUGA: Anak Terinfeksi Virus Corona di Indonesia Capai 7.008 Kasus
“Untuk yang warga di desa kami, koordinasi telah dilakukan dengan Pak dukuh. Kami minta warga tersebut melakukan tes cepat secara mandiri, sebagai upaya deteksi dini,” kata Baron.
“Jadi selanjutnya kami menunggu arahan dari Dinkes nantinya.”
Camat Kasihan, Slamet Santosa, mengatakan Puskesmas Kasihan I masih ditutup hingga Selasa besok untuk penyemprotan disinfektan dan sterilisasi. Sementara itu, hasil uji usap ke tenaga kesehatan lainnya di tempat tersebut juga negatif.
BACA JUGA: Foto Jenazah Covid-19 Dituding Janggal oleh Anji si Penyanyi, Ini Kata Dosen Fotografi ISI
Puskesmas Kasihan I terpaksa harus ditutup pada Senin dan Selasa setelah ssatu bidan di puskesmas yang terletak di Ngentak, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, dinyatakan positif Covid-19.
Slamet mengatakan tracing terhadap tenaga kesehatan nakes yang dinyatakan positif Covid-19 telah dilakukan. Nakes tersebut tertular Covid-19 dari menantunya yang pulang dari Jakarta untuk menjenguk anaknya yang tinggal bersama di Pendowoharjo, Sewon.
“Saat ini tracing dari Kecamatan Sewon dan Dinkes Bantul juga tengah dilakukan,” lanjut Slamet.
Slamet meminta kepada warga yang hendak mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kasihan I bisa memindahkan layanan ke Kasihan II. “Atau ke tempat lainnya. Sementara memang kami tutup selama dua hari,” ucap Slamet.
Sebelumnya, pada Jumat (15/5/2020) lalu, Puskesmas Kasihan II sempat ditutup setelah dua tenaga medis di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Ebola di Kongo tembus 1.000 dengan 254 kematian. Otoritas waspadai potensi wabah lebih besar di Afrika.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Messi berpeluang pecahkan rekor gol Piala Dunia saat Argentina menghadapi Austria di Grup J 2026.
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Sleman jadi lokasi CNG clustering PGN untuk gas rumah tangga, dorong efisiensi energi dan kurangi LPG subsidi.
Pemkab Gunungkidul minta OPD cek genset menyusul seringnya pemadaman listrik yang ganggu layanan publik.