Daftar HP Android yang Kehilangan Update Tahun Ini, Cek Ponsel Anda
Sejumlah HP Android dari Google, Motorola, OnePlus, dan Sony akan kehilangan pembaruan keamanan pada 2026. Cek apakah perangkat Anda termasuk.
Ilustrasi/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 120 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk pemilu di Bantul harus diganti menjelang pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Pergantian ini menyusul hasil reaktif dari tes cepat Covid-19 massal yang dilakukan pekan lalu.
Padahal, tahapan coklit data pemilih dijadwalkan digelar 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang. “Dari 2.081 PPDP, ada 120-an yang harus diganti karena reaktif saat dites cepat massal,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah, Senin (13/7/2020).
BACA JUGA: Meninggal di Usia 100 Tahun, Mbah Lindu Telah Berjualan Gudeg Sejak Usia 15 Tahun
Ia menambahkan, jumlah 120-an PPDP yang diganti tersebut, bisa bertambah. Sebab, beberapa kecamatan masih menggelar tes cepat massal. “Dari 120-an tersebut, tidak hanya berasal dari Kecamatan Banguntapan, tetapi juga Kasihan dan Sewon,” kata dia.
Sementara, Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, kewajiban menjalani tes cepat massal untuk PPDP ini sesuai surat KPU RI Nomor 540/PP.04.2-SD/01/KPU/VII/2020.
BACA JUGA: Nekat Pulang ke Madura, Warga di Bantul yang Positif Covid-19 Mengaku Bisa Sembuh Tanpa Dirawat
“Apabila dari hasil pemeriksaan tes cepat calon PPDP dinyatakan reaktif, maka PPS akan mengusulkan kembali calon PPDP pengganti dengan terlebih dahulu tetap melakukan tes cepat,” lanjutnya.
Ia menambahkan tes cepat digelar PPDP ini bertujuan agar melindungi penyelenggara maupun pemilih khususnya pada saat kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) berlangsung.
BACA JUGA: Bermaksud Operasi Lepas Pen, Remaja Bantul Ketahuan Positif Covid-19
“Sesuai dengan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tahapan coklit akan berlangsung mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020,” kata dia.
Didik mengatakan coklit akan dilaksanakan dari rumah ke rumah. Petugas pemutakhiran data pemilih tidak akan masuk dalam rumah dan hanya akan di teras rumah dengan waktu tatap muka yang tidak terlalu lama.
“PPDP saat melakukan coklit akan dibekali dengan alat pelindung diri [APD] berupa masker, pelindung wajah [face shield] dan sarung tangan sekali pakai. Hal ini sebagai bagian penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah HP Android dari Google, Motorola, OnePlus, dan Sony akan kehilangan pembaruan keamanan pada 2026. Cek apakah perangkat Anda termasuk.
Kasus tabrak BMW listrik dan ojol di Meruya Selatan diselesaikan damai melalui mediasi polisi dengan pendekatan restorative justice.
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Seorang petani di Kulonprogo mengantar anak disabilitas ke job fair Disnaker, berharap sang anak mendapat pekerjaan yang layak dan mandiri.
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.