Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
kraton jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhomardowo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat meluncurkan huruf baru untuk penulisan notasi gendhing gamelan yang diberi nama Font Kridhamardawa, melalui kanal Youtube Kraton Jogja, Kamis (23/7/2020).
Penghageng KHP Kridhomardowo, KPH Notonegoro, menuturkan dibuatnya huruf ini berawal dari keresahan Abdi Dalem Wiyaga di Keraton yang merasa penulisan notasi gendhing dengan huruf KepatihanPro masih memiliki beberapa kekurangan.
“Meskipun secara penulisan simbol cukup komplet namun huruf tersebut dirasa tipis sehingga kurang jelas terbaca, khususnya untuk Abdi Dalem Wiyaga yang berusia lanjut dan tidak memiliki versi huruf tebal,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, apabila notasi gendhing dicetak, jarak antarspasi yang dihasilkan cukup jauh sehingga memakan ruang dan boros kertas. Karena itu, font Kridhamardawa dibuat untuk mengakomodir kebutuhan tersebut agar penulisan notasi lebih efektif dan efisien.
Setelah melalui berbagai proses pematangan materi, konsultasi dan diskusi dengan pegiat seni karawitan, akhirnya diluncurkan huruf Kridhamardawa dalam dua versi yaitu reguler dan tebal. Bersamaan dengan peluncuran huruf itu, Keraton membagikan notasi Gendhing Kurmat Dalem yang menggunakan huruf Kridhamardawa di laman kratonjogja.id. Diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan salinan notasi ini sebagai materi latihan di komunitas masing-masing.
Ketua Tim Teknis Notasi Font Kridhamardawa, Mergono Susilo Madyo, menuturkan beberapa keunggulan font ini diantaranya ukuran dan ketebalan karakter lebih besar. Kemudian jarak antarspasi yang lebih dekat sehingga lebih hemat ruang dan kertas hingga 40%.
Font Kridhamardawa memungkinkan angka yang ditabuh khusus pada instrumen kenong, kempul, dan suwukan berhenti atau yang disebut angka plesedan secara otomatis mengecil ukurannya. Simbol untuk instrumen kolotomik yang meliputi kethuk, kempyang, kenong, kempul, gong dan suwukan dibuat lebih dekat dengan notasi balungan untuk menghemat ruang penulisan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.