Tak Cuma Droping, TNI Bangun 18 Sumur Bor untuk Warga Gunungkidul
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terinfeksi Corona di Gunungkidul makin banyak. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ada tambahan dua tenaga kesehatan yang positif sehingga sampai sekarang sudah ada 15 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.
“Sabtu [25/7/2020], ada tambahan empat kasus. Dua di antara mereka berasal dari tenaga kesehatan. Hari ini tidak ada penambahan kasus baru,” kata Dewi, Minggu (26/7/2020).
BACA JUGA: Jokowi Arahkan Adik Iparnya Mundur dari Pilkada Gunungkidul
Saat ini, sudah ada beberapa nakes yang dinyatakan sembuh dan tak lagi diopname. “Kalau belum sembuh, maka akan dirawat hingga virus dinyatakan negatif,” katanya.
Dinas sudah menyediakan tempat karantina di Wisma Wanagama, Banaran, Kapanewon Playen. “Hingga saat ini ada sembilan orang yang menjalani karantina di sana,” katanya.
Dewi mengatakan tenaga kesehatan menjadi prioritas uji swab karena menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19 dan sangat rawan tertular. “Dulu pakai rapid test, tapi sekarang langsung di-swab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
BGN mempertimbangkan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan dan mencegah keracunan MBG.
BI mencatat transaksi KKI pemerintah mencapai Rp147,8 miliar pada triwulan II 2026, naik 69,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Prabowo mengapresiasi upacara penurunan bendera HUT Ke-81 RI yang berlangsung tertib dan khidmat di Istana Merdeka.
Korban gempa NTT M7,7 bertambah menjadi 68 orang. BNPB juga mencatat 213 orang luka-luka hingga Senin, 17 Agustus 2026.