Sultan: Gaya Hidup Gemi Kunci Bebas Finansial di Era Digital
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
ILustrasi jabatan di partai politik/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN - Jelang Pilkada Sleman yang akan digelar pada 9 Desember mendatang, suhu politik di internal partai terus bergejolak. Terkini, Ketua DPC PPP Sleman M Nasikhin diisukan dicopot dari jabatannya.
Kabar pencopotan Nasikhin hanya selang beberapa hari setelah Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mencopot Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo pada Kamis (30/8/2020) lalu. Bahkan direncanakan, kader-kader partai berlambang Ka\'bah tersebut akan mendatangi Kantor KPU Sleman pada Senin (24/8/2020) ini.
Kader-kader PPP dan sejumlah sayap organisasinya akan menyerahkan daftar nama pengurus atau fungsionaris DPC PPP Sleman periode 2020-2025 kepada KPU Sleman.
Terkait hal itu, Ketua DPC PPP Sleman Nasikhin mengatakan belum mengetahui soal kabar tersebut. Dijelaskan Nasikhin, Pengurus DPC PPP Sleman yang dipimpinnya diangkat dan disahkan berdasarkan SK dari DPP PPP. "Jadi selama kami tidak ada [menerima surat] pencabutan atau pemberhentian, maka kami tetap akan menjalankan amanah tersebut," kata Nasikhin, beberapa waktu lalu.
Menurut Nasikhin, ihwal terkait pencopotan dirinya sebagai Ketua DPC PPP Sleman muncul dari pengurus DPW PPP DIY. Meskipun begitu, dia mempertanyakan kewenangan DPW PPP mengeluarkan SK penghentian dirinya. Dia juga tidak mengetahui alasan pasti pencopotan dirinya sebagai Ketua DPC PPP Sleman.
Baca Juga: Kakak Raja Jogja Wafat, Gamelan Kraton Tak Boleh Dibunyikan Selama 3 Hari
"Kalau DPW mau memberhentikan kami, tentu harus ada kejelasannya. Kesalahan kami apa? Secara legalitas formalnya yang memberikan SK kan DPP bukan DPW," katanya.
Nasikhin menduga, kabar pencopotan tersebut ada kaitannya juga dengan proses pelaksanaan Pilkada Sleman. "Kemungkinan ini muncul sebagai bagian dari dinamika Pilkada. Tapi lebih baik kami diam dan melakukan hal-hal yang baik untuk PPP," katanya.
Kalaupun benar DPP mencopot ia dari jabatannya saat ini, Nasikhin menjawab secara diplomatik. Baginya, jabatan yang diberikan kepadanya itu merupakan suatu amanah dan tidak perlu dipertahankan kencang-kencang. "Semua saya kembalikan kepada Allah, itu jiwa keikhlasan. Sekarang ini orang lupa dosa dan tak takut pada adzab," katanya.
Baca Juga: Penelitian: 98 Persen Pelepasan Nyamuk Wolbachia Tak Berisiko dan Kasus Demam Berdarah Berkurang
Menurut Nasikhin, dinamika PPP dari awal menjadi peserta Pemilu 2019 beberapa kali dilanda cobaan yang sangat berat. Saat ini, menjelang Pilkada, PPP Sleman kembali diuji lewat DPW PPP DIY yang mengeluarkan SK pencopotan dirinya sebagai ketua partai.
"Saat ini PPP kembali diuji, di saat PPP baru kali ini dan pertama kali sejak tahun 1973 memiliki kader yang siap maju dalam Pilkada 2020. Tapi biarlah jami serahkan ke Allah sebagai hakim dan penentu. Kamk sebatas ikhtiar saja," katanya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria enggan mengomentari terkait kabar tersebut. Hanya saja, ia membenarkan jika Senin (25/8/2020) besok kader-kader PPP akan mendatangi KPU Sleman untuk menyerahkan daftar pengurus DPC PPP Sleman. "Mohon sabar nggih, kepanggih besok Senin [Mohon bersabar, ketemu saya besok Senin]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.