Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menilai geliat usaha mulai terlihat meski pandemic corona masih berlangsung. Hal ini tak lepas kebijakan dari perusahan untuk mempekerjakan kembali pekerja yang sempat dirumahkan karena dampak dari penyebaran corona.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan di Gunungkidul. Total sejak adanya pandemic corona, ada sekitar 1.907 karyawan yang dirumahkan karena lesunya dunia usaha.
Baca juga: Gunungkidul Berharap Banyak pada Pembangunan Pelabuhan Gesing
Meski demikian, sambung dia, kondisi sekarang mulai menunjukan pemulihan. Hal tersebut tidak lepas adanya perusahaan yang mulai memperkerjakan kembali kepada karyawan yang sempat dirumahkan. “Pemantauan dilakukan sejak pertengah Juli. Hasilnya perusahaan-perusahan telah mempekerjakan karyawan yang dirumahkan,” katanya, Rabu (2/9/2020).
Untuk total karyawan yang kembali bekerja, Ahsan belum bisa memberikan rincian secara pasti. Pasalnya, belum semua perusahaan melaporkan. Adapun hasil monitoring di sepuluh perusahaan di Gunungkidul udah ada 829 karyawan yang sudah aktif bekerja. “Kami akan terus pantau,” katanya.
Ahsan pun berharap kepada perusahaan-perusahaan yang belum melaporkan segera membuat laporan. Hal ini dibutuhkan untuk perkembangan terkini tentang data ketenagakerjaan. “Edaran sudah kami berikan dan harapannya perusahan-perusahaan segera bisa melaporkan,” unkapnya.
Baca juga: Kredit Pede, Salah Satu Cara BPD DIY Bangkitkan UMKM saat Pandemi
Human Resources Development PT Woneel Midas Leathers di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Ngemaludin mengatakan, pihaknya ikut terdampak akibat virus corona. Akibatnya sempat merumahkan sebanyak 188 orang.
Meski demikian, ia memastikan para pekerja ini sudah kembali bekerja dengan normal. Dia pun berharap kondisi bisa pulih dan operasional pabrik bisa kembali normal. “Jelas terganggu. Apalagi produk sarung tangan yang dihasilkan untuk memenuhi pasar ekspor,” kata Udin, sapaan akrabnya.
Dia menuturkan, untuk tenaga kerja mengutamakan tenaga lokal dari Gunungkidul. Setiap pekerja juga mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Keseheatan dan jaminan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Kami pasti mengikuti aturan dari pemerintah sehingga para pekerja sudah mendapatkan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.