Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menilai geliat usaha mulai terlihat meski pandemic corona masih berlangsung. Hal ini tak lepas kebijakan dari perusahan untuk mempekerjakan kembali pekerja yang sempat dirumahkan karena dampak dari penyebaran corona.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perusahaan-perusahaan di Gunungkidul. Total sejak adanya pandemic corona, ada sekitar 1.907 karyawan yang dirumahkan karena lesunya dunia usaha.
Baca juga: Gunungkidul Berharap Banyak pada Pembangunan Pelabuhan Gesing
Meski demikian, sambung dia, kondisi sekarang mulai menunjukan pemulihan. Hal tersebut tidak lepas adanya perusahaan yang mulai memperkerjakan kembali kepada karyawan yang sempat dirumahkan. “Pemantauan dilakukan sejak pertengah Juli. Hasilnya perusahaan-perusahan telah mempekerjakan karyawan yang dirumahkan,” katanya, Rabu (2/9/2020).
Untuk total karyawan yang kembali bekerja, Ahsan belum bisa memberikan rincian secara pasti. Pasalnya, belum semua perusahaan melaporkan. Adapun hasil monitoring di sepuluh perusahaan di Gunungkidul udah ada 829 karyawan yang sudah aktif bekerja. “Kami akan terus pantau,” katanya.
Ahsan pun berharap kepada perusahaan-perusahaan yang belum melaporkan segera membuat laporan. Hal ini dibutuhkan untuk perkembangan terkini tentang data ketenagakerjaan. “Edaran sudah kami berikan dan harapannya perusahan-perusahaan segera bisa melaporkan,” unkapnya.
Baca juga: Kredit Pede, Salah Satu Cara BPD DIY Bangkitkan UMKM saat Pandemi
Human Resources Development PT Woneel Midas Leathers di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin, Ngemaludin mengatakan, pihaknya ikut terdampak akibat virus corona. Akibatnya sempat merumahkan sebanyak 188 orang.
Meski demikian, ia memastikan para pekerja ini sudah kembali bekerja dengan normal. Dia pun berharap kondisi bisa pulih dan operasional pabrik bisa kembali normal. “Jelas terganggu. Apalagi produk sarung tangan yang dihasilkan untuk memenuhi pasar ekspor,” kata Udin, sapaan akrabnya.
Dia menuturkan, untuk tenaga kerja mengutamakan tenaga lokal dari Gunungkidul. Setiap pekerja juga mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS Keseheatan dan jaminan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. “Kami pasti mengikuti aturan dari pemerintah sehingga para pekerja sudah mendapatkan jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.