WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, saat ditemui wartawan usai rapat proses pengajuan sumbu filosofis DIY sebagai warisan budaya dunia, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (8/9/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Sumbu filosofis DIY yang akan diajukan sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO terus digodog konsepnya. Dari sisi pariwisata, konsep sumbu filosofis diperkuat dengan paket wisata culture experiences dari Panggung Krapyak sampai Tugu Jogja.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan sumbu filosofis dan pariwisata di sekitarnya merupakan dua hal yang menjadi citra DIY, yakni pariwisata dan budaya. “Dari pariwisata sangat mendukung karena citra pariwisata dan budaya itu betul-betul terwujud,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).
BACA JUGA : Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia, Sumbu
Sejak akhir 2019 lalu, Dinas Pariwisata DIY telah membuat program Jogja Culture Experiences, di mana di dalamnya terdapat paket wisata yang memberikan pengalaman kebudayaan Jogja bagi wisatawan yang ditujukan pada wisatawan mancanegara, namun tidak menutup kemungkinan pula untuk wisatawan domestik.
Dalam paket tersebut kata dia, wisatawan akan diberikan pengalaman budaya mulai dari Panggung Krapyak hingga kratong Ngayogyokarto hadiningrat, kemudian Tugu Jogja hingga kembali ke Kraton lagi. “Ini sangat in-line dengan pengembangan sumbu filosofis yang akan diusulkan sebagai warisan budaya dunia,” ungkapnya.
Filosofi yang diangkat dalam konsep pariwisata ini adalah Sangkan Paraning Dumadi. Pengetahuan tentang filosofi ini pula yang akan diberikan kepada wisatawan, agar para wisatawan tidak sebatas berfoto saja di Malioboro atau sekitarnya, tapi mendapatkan quality tourism dan benar-benar memahami bahwa Jogja memang akarnya budaya.
BACA JUGA : Makna Sumbu Filosofi Jogja, Dari Kesucian Hati Hingga
“Malioboro merupakan penggal dari sumbu filosofis, itu menambah daya tarik. Harapannya wisatawan tidak sekadar hanya datang terus foto-foto dan sebagainya, tapi wisatawan akan mendapatkan narasi yang sudah ada dan akan kita implementasikan dengan media yang cukup mudah, semisal QR code,” kata dia.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Sumadi, mengatakan sumbu filosofis DIY akan diajukan menjadi warisan budaya dunia kepada UNESCO tahun ini. Sebelum diajukan, beberapa komponen wajib terpenuhi dulu, salah satunya terkait kepariwisataan.
BACA JUGA : DIY Akan Bentuk Lembaga Pengelola Sumbu Filosofis
Sumbu filosofis ini menjadi satu-satunya warisan budaya dunia yang diajukan Indonesia ke UNESCO. Sebelumnya, Kebun Raya Bogor juga meu diajukan. “Namun melihat kesiapannya, Sumbu Filosofis Jogja lebih memungkinkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.