Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, saat ditemui wartawan usai rapat proses pengajuan sumbu filosofis DIY sebagai warisan budaya dunia, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (8/9/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Sumbu filosofis DIY yang akan diajukan sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO terus digodog konsepnya. Dari sisi pariwisata, konsep sumbu filosofis diperkuat dengan paket wisata culture experiences dari Panggung Krapyak sampai Tugu Jogja.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan sumbu filosofis dan pariwisata di sekitarnya merupakan dua hal yang menjadi citra DIY, yakni pariwisata dan budaya. “Dari pariwisata sangat mendukung karena citra pariwisata dan budaya itu betul-betul terwujud,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).
BACA JUGA : Diusulkan Jadi Warisan Budaya Dunia, Sumbu
Sejak akhir 2019 lalu, Dinas Pariwisata DIY telah membuat program Jogja Culture Experiences, di mana di dalamnya terdapat paket wisata yang memberikan pengalaman kebudayaan Jogja bagi wisatawan yang ditujukan pada wisatawan mancanegara, namun tidak menutup kemungkinan pula untuk wisatawan domestik.
Dalam paket tersebut kata dia, wisatawan akan diberikan pengalaman budaya mulai dari Panggung Krapyak hingga kratong Ngayogyokarto hadiningrat, kemudian Tugu Jogja hingga kembali ke Kraton lagi. “Ini sangat in-line dengan pengembangan sumbu filosofis yang akan diusulkan sebagai warisan budaya dunia,” ungkapnya.
Filosofi yang diangkat dalam konsep pariwisata ini adalah Sangkan Paraning Dumadi. Pengetahuan tentang filosofi ini pula yang akan diberikan kepada wisatawan, agar para wisatawan tidak sebatas berfoto saja di Malioboro atau sekitarnya, tapi mendapatkan quality tourism dan benar-benar memahami bahwa Jogja memang akarnya budaya.
BACA JUGA : Makna Sumbu Filosofi Jogja, Dari Kesucian Hati Hingga
“Malioboro merupakan penggal dari sumbu filosofis, itu menambah daya tarik. Harapannya wisatawan tidak sekadar hanya datang terus foto-foto dan sebagainya, tapi wisatawan akan mendapatkan narasi yang sudah ada dan akan kita implementasikan dengan media yang cukup mudah, semisal QR code,” kata dia.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Sumadi, mengatakan sumbu filosofis DIY akan diajukan menjadi warisan budaya dunia kepada UNESCO tahun ini. Sebelum diajukan, beberapa komponen wajib terpenuhi dulu, salah satunya terkait kepariwisataan.
BACA JUGA : DIY Akan Bentuk Lembaga Pengelola Sumbu Filosofis
Sumbu filosofis ini menjadi satu-satunya warisan budaya dunia yang diajukan Indonesia ke UNESCO. Sebelumnya, Kebun Raya Bogor juga meu diajukan. “Namun melihat kesiapannya, Sumbu Filosofis Jogja lebih memungkinkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.