RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul menyatakan saat ini terdapat 349 koperasi di Bantul yang masih aktif. Sebagian besar koperasi masih tiarap karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.
“Tapi ada juga yang tetap beroperasi dan berproduksi meskipun terseok-seok,” kata Kepala Bidang Koperasi, DKUKMP Bantul, Besari Setyowati, Senin (14/9/2020).
BACA JUGA : Marah karena Rahasia Utangnya Bocor, Pemuda Mantrijeron
Besari mengatakan koperasi yang tetap berproduksi namun terseok-seok rata-rata koperasi hasil kerajinan seperti di Desa Wisata Krebet. Namun ia memastikan sampai saat ini 349 koperasi masih tetap aktif. Pihaknya juga tetap memberikan pelatihan dan dan terus melakukan penilaian terhadap kesehatan koperasi meski di tengah pandemi.
Besari belum bisa menyampaikan hasil penilaian terkait kesehatan koperasi karena masih dalam penilaian. Namun demikian ia tidak menampik banyak koperasi yang masuk kategori cukup sehat, tidak sedikit juga koperasi yang masuk kategori sehat.
BACA JUGA : Puluhan Orang Positif Terinfeksi Corona dari Koperasi
“Penilaian koperasi dilakukan secara daring,” ucap Besari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Sebanyak 80 siswa SD di sekitar Bandara YIA diajak mengenal dunia penerbangan dan aktivitas kebandarudaraan melalui program TJSL.