Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi koperasi.
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul menyatakan saat ini terdapat 349 koperasi di Bantul yang masih aktif. Sebagian besar koperasi masih tiarap karena pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.
“Tapi ada juga yang tetap beroperasi dan berproduksi meskipun terseok-seok,” kata Kepala Bidang Koperasi, DKUKMP Bantul, Besari Setyowati, Senin (14/9/2020).
BACA JUGA : Marah karena Rahasia Utangnya Bocor, Pemuda Mantrijeron
Besari mengatakan koperasi yang tetap berproduksi namun terseok-seok rata-rata koperasi hasil kerajinan seperti di Desa Wisata Krebet. Namun ia memastikan sampai saat ini 349 koperasi masih tetap aktif. Pihaknya juga tetap memberikan pelatihan dan dan terus melakukan penilaian terhadap kesehatan koperasi meski di tengah pandemi.
Besari belum bisa menyampaikan hasil penilaian terkait kesehatan koperasi karena masih dalam penilaian. Namun demikian ia tidak menampik banyak koperasi yang masuk kategori cukup sehat, tidak sedikit juga koperasi yang masuk kategori sehat.
BACA JUGA : Puluhan Orang Positif Terinfeksi Corona dari Koperasi
“Penilaian koperasi dilakukan secara daring,” ucap Besari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.