Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memastikan adanya pengurangan jatah pupuk bersubsidi. Kebijakan pengurangan erat kaitannya dengan kebutuhan pupuk di wilayah DIY.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar adanya pengurangan kuota pupuk bersubsidi. Sebagai contoh, alokasi pupuk urea dari 9.777 ton berkurang menjadi 5.837 ton.
Baca juga: Ini Jadwal SIM Masuk Desa Hari Ini dan Besok Selasa 22 September 2020
Hal yang sama juga berlaku untuk pupuk subsidi lainnya. Kuota NPK berkurang dari 6.526 ton menjadi 4.289 ton. Pupuk ZA dari 738 ton menjadi 632 ton, SP-36 daru kuota 548 ton berkurang menjadi 454 ton dan pupuk organic dari 228 ton menjadi 181 ton.
“Tahun ini sudah ada perubahan kuota pupuk sebanyak tiga kali,” kata Raharjo pada akhir pekan lalu.
Menurut dia, pengurangan kuota pupuk bersubsidi sangat bergantung dengan kebijakan dari Pemerintah DIY, selaku pihak yang mengatur tentang jatah pembagian pupuk ini. Hal tesebut juga didukung adanya kebijakan realokasi karena adanya kekurangan kebutuhan pupuk di wilayah lain di DIY.
Baca juga: Tak Banyak Pemuda Ngopi di Cafe, Penjualan Arabika Anjlok
“Bantul memang ada kekurangan saat Juli dan Agustus. Jadi, Pemerintah DIY membuat kebijakan realokasi,” katanya.
Raharjo menuturkan, adanya pengurangan ini petani tidak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan apabila penyerapan pupuk subsidi sudah mencapai 90%, maka dinas pertanian dan pangan bisa mengajukan tambahan ke provinsi.
“Saat ini masih di kisaran 80%. Jika memang ada kekurangan, maka kami siap meminta tambahan. Terlebih lagi, hasil rapat koordinasi dengan prvinsi, penyaluran di September Gunungkidul masuk kategori prioritas,” katanya.
Ditambahkan dia, pengurangan jatah pupuk bersubsidi juga terjadi di tahun lalu. Untuk mengantispasi kelangkaan, Raharjo mengimbau kepada petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik. “Pupuk organik bisa jadi solusi. Sedangkan dari hasil juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” katanya.
Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin, Samsi mengatakan, dirinya sudah mulai menyiapkan lahan untuk menyambut musim hujan. Meski sudah mulai mengolah lahan, ia mengaku belum mengambil jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Masih di kelompok tani. Nanti, kalau sudah menanam saya akan menebusnya,” kata Samsi.
Dia pun berharap ketersediaan pupuk bisa tercukupi sehingga petani tidak kesulitan dalam upaya pemeliharaan tanaman pertanian. “Mudah-mudahan semua lancar dan panen yang dihasilkan bisa dioptimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.
Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two 2026 setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka di final.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.