Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, saat menemui Harian Jogja, di Kantor KPU DIY, Rabu (7/10/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mengingatkan paslon dalam Pilkada 2020 untuk memaksimalkan media daring guna menjaring dukungan masyarakat. Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.
Di tingkat nasional, Bawaslu telah membubarkan sebanyak 49 kampanye karena melanggar protokol Kesehatan dengan mengumpulkan masa dalam jumlah besar. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di DIY, Ketua KPU, Hamdan Kurniawan, menekankan pentingnya protokol Kesehatan selama masa kampanye.
Ia menjelaskan protokol Kesehatan di masa kampanye khususnya dengan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah besar adalah penting, selain untuk mencegah penularan Covid-19, juga untuk menjaga citra masing-masing paslon di mata masyarakat. “Kalau waktu kampanye saja sudah melanggar protokol, bagaimana besok pas jadi bupati?” ujarnya, Rabu (7/10/2020).
Baca Juga: Tagar Ajakan Demonstrasi #JogjaMemanggil Menggema di Twitter
Dalam debat visi-misi nanti akan dipaparkan strategi penanganan Covid-19 bagi masing-masing paslon. Maka akan tidak nyambung jika ketika debat ia memaparkan strategi penanganan sementara saat kampanye justru melanggar protokol.
Sesuai Peratutan KPU No. 13/2020 tentang tentang Perubahan Kedua Atas PKPU No. 6/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Covid-19, peserta yang melanggar protokol Kesehatan juga dapat dikenakan sanksi.
Dalam peraturan tersebut, tidak semua kegiatan tatap muka dihilangkan, namun dibatasi yakni maksimal 50 orang. jika diketahui ada pengumpulan masa lebih dari jumlah itu, Bawaslu dapat memberi peringatan lisan dan jika tidak didengar setelah satu jam dapat dibubarkan.
Perbandingan kegiatan tatap muka dan daring juga diatur yakni 30% tatap muka dan 70% daring. Ini berkebalikan dari perencanaan awal yang dilakukan lima bulan sebelum pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Untuk itu, setiap paslon diminta memaksimalkan kampanye melalui media sosial, media masa, dan sarana lain yang memungkinkan untuk tidak tatap muka.
Baca Juga: Lebih dari 100 Orang Terinfeksi Corona di Ponpes Sleman
Di DIY akan terdapat sekitar 6.106 tampat pemungutan suara (TPS) dengan rincian 2.124 TPS di SLeman, 2.084 TPS di Bantul dan 1.898 TPS di Gunungkidul., Masing-masing akan dioperasionalkan oleh tujuh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dua petugas keamanan.
Protokol Kesehatan juga akan diterapkan ketat pada hari pemungutan suara. Dimulai dari pengaturan jadwal mencoblos per orang, wajib masker, cuci tangan, cek suhu, fasilitas sarung tangan, paku yang disemprot disinfektan dan tinta yang ditetes bukan dicelup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan modal US$350 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
PPATK mencatat deposit judi online selama Piala Dunia 2026 mencapai Rp1,02 triliun dalam 6 juta transaksi. Sebanyak 2.815 rekening diblokir sementara.
Daftar harga Samsung Galaxy Watch terbaru di Indonesia mulai Rp899.000 hingga Rp10,499 juta, lengkap dengan tips memilih smartwatch sesuai kebutuhan.