Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi/Antara-Yusran Uccang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Badingah mengajak generasi muda untuk bertani agar regenerasi terjaga karena mayoritas petani saat ini didominasi oleh orang tua.
“Anak muda harus berani untuk bertani sehingga ada regenerasi,” katanya, Selasa (20/10/2020.
Menurut dia, sekarang sudah mulai banyak anak-anak muda yang peduli terhadap pertanian. Hal ini terlihat dengan munculnya sejumlah kelompok tani milenial seperti di Kalurahan Pampang, Paliyan atau di Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar. Meski demikian, sambung Badingah, para generasi muda harus terus didorong agar mau terjun ke sektor pertanian.
Badingah meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk memberikan fasilitas. Salah satunya dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok sehingga mempermudah dalam upaya pengolahan lahan maupun pemeliharaan tanaman. “Yang tidak kalah penting dengan memberikan pelatihan agar anak-anak muda tergerak hatinya untuk bercocok tanam,” katanya.
Ia menuturkan, sektor pertanian masih menjadi andalah. Badingah mengungkapkan program pemerintah banyak berfokus pada pengembangan sektor kepariwisataan. Namun dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Gunungkidul di 2019, sektor pertanian masih sangat mendominasi dibandingkan dengan sektor lainnya. “Memang sumbangsih dari sektor pertanian masih besar dan itu bisa menjadi peluang,” katanya.
BACA JUGA: Ular Misterius Melingkar di Tiang Kraton Jogja, Tiba-Tiba Hilang Sebelum Ada Pawang
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Sri Suhartanto mengatakan berdasarkan data dari BPS di 2019, nilai PDRB Gunungkidul mencapai Rp13,6 triliun. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki kontribusi terbesar dengan capaian 23,48%. Selanjutnya ada sektor lain seperti konstruksi, industri pengolahan administrasi pemerintahan, dan jaminan sosial. “Dari berbagai sektor, pertanianlah yang masih mendominasi dalam PDRB,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan terus mendorong generasi muda untuk gemar bertani. Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan seperti memberikan bantuan alat mesin pertanian, benih hingga pupuk bersubsidi.
Selain itu, berkat kerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Pemkab Gunungkidul juga mulai mengembangkan sekolah iklim. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang pentingnya mengetahui tentang cuaca agar panen yang dihasilkan dapat dioptimalkan.
“Kami komitmen dan terus akan memberikan pendampingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.