Jembatan Garuda Dibangun di 9 Titik di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Ilustrasi sekolah /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – SMK Negeri 3 Wonosari menjadi salah satu dari tiga sekolah yang jadi percontohan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) dari Pemerintah DIY. Rencananya operasional layanan ini baru dijalankan mulai 2021.
Kepala SMK Negeri 3 Wonosari, Siti Fadilah mengatakan, untuk saat ini perubahan menjadi BLUD di sekolahnya masih dalam tahapan persiapan. Rencananya operasional tersebut baru dijalankan mulai tahun depan. “Kami masih persiapan karena banyak yang harus disediakan untuk mendukung BLUD, salah satunya menyangkut Sumber Daya Manusia,” kata Siti, kemarin.
Menurut dia, sekolah dalam bentuk BLUD sudah banyak ditemukan di Jakarta atau Jawa Timur. Namun demikian, untuk di wilayah DIY masih tergolong baru karena baru ada tiga sekolah yang jadi percontohan. Selain SMK Negeri 3 Wonosari, pilot project juga dilakukan di SMK Negeri 1 Sewon dan SMK Negeri 6 Kota Jogja.
Baca juga: Vicky Prasetyo Klarifikasi Soal Lamarannya pada Shezy Idris
Disinggung mengenai dampak dari BLUD, Siti mengakui akan berpengaruh dalam layanan belajar siswa karena sekolah bakal memiliki teaching factory yang bisa digunakan untuk praktek dan hasilnya dijual ke masyarakat. Selain itu, keuntungan lainnya sekolah memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan pendapatan asli sekolah.
Siti menuturkan, apabila dengan status yang biasa, pendapatan yang diperoleh harus disetorkan terlebih dahulu ke Pemerintah Daerah. Selanjutnya uang tersebut bisa dikembalikan lagi ke sekolah untuk menunjang program kegiatan yang dimiliki. Namun demikian, sambung dia, saat berstatus BLUD, maka kewajiban hanya sebatas melaporkan masalah keuangan, baik menyangkut masalah pendapatan maupun penggunaannya.
“Kami memiliki fleksibilas yang lebih. Misalnya pengeloalaan kantin, jika biasa maka hasil sewa kantin harus disetorkan dahulu ke Pemerintah DIY, tapi dengan BLUD kami hanya meyerahkan laporan keuangan yang dimiliki,” katanya.
Pengembangan Teaching Factory
Ditambahkan Siti, untuk pengembangan teaching factory rencananya akan disesuaikan dengan jurusan yang dimiliki. Yakni, jurusannya meliputi tata boga, mekanika eletronik, audio video, teknik eletronika insdutri, perhotelan. “Kami kembangkan sesuai dengan jurusannya,” katanya.
Baca juga: Memasuki Masa Sanggah, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diimbau Cermati Hasil Pendataan Pengukuran
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Sangkin mengapresiasi ditetapkannya SMK Negeri 3 Wonosari sebagai BLUD milik Pemerintah DIY. Ia berharap penunjukan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga sekolah-sekolah lain bisa mengikuti apa yang telah dilaksnaakan di SMK Negeri 3. “Mudah-mudahan semua sekolah bisa mengikutinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Banyumas dan Kota Ipoh Malaysia menjajaki kerja sama pengelolaan sampah melalui pertukaran teknologi dan konsep zero waste to money.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah mengungkap sembilan dugaan kejanggalan dalam proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan dengan Iran sebelum opsi militer diambil. Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz terus meningkat.
PM Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan 36 kendaraan lapis baja amfibi AWAV untuk Korps Marinir TNI dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Harga Pertamax turun mulai Agustus 2026, tetapi selisih hampir Rp6.000 per liter dengan Pertalite dinilai masih memicu migrasi ke BBM subsidi.