Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Warga bersama aparat kepolisian dan TNI sedang melakukan kegiatan bersih-bersih rumah rusak akibat terjangan anging kencang di Dusun Kedungranti, Nglipar, Nglipar. Jumat (6/11/2020). /Ist-dok warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Warga bersama-sama dengan anggota TNI-Polri melakukan kegiatan bersih-bersih rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang di Dusun Kedungranti, Nglipar, Nglipar, Jumat (6/11/2020) pagi. Akibat terjangan angin kencang ini, total ada 49 rumah yang rusak.
Relawan pun terbagi di sejumlah titik kerusakan. Berdasarkan pantauan yang ada relawan ada yang memotong pohon yang ambruk. Ada juga yang naik ke atap rumah untuk mengambil pecahan genteng yang rusak karena terjangan lisus.
Kasat Sabhara Polres, AKP Mustaqim mengatakan, pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan kegiatan bersih guna membantu meringankan beban warga terdampak.
Baca juga: Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Jadi Objek Wisata Lembah Sorory
"Kami tidak sendirian karena dibantu dari anggota kodim, relawan. Total ada ratusan yang ikut membantu dalam kegiatan kerja bakti," kata Mustaqim kepada wartawan, Jumat siang.
Menurut dia, kegiatan dilakukan untuk membersihkan atap rumah yang rusak. Pasalnya, untuk perbaikan masih menunggu material pengganti. "Belum ada penggantinya sehingga di awal kerja bakti dilakukan bersih-bersih. Misalnya, atap emperan yang doyong dirobohkan agar tidak membahayakan keselamatan," katanya.
Baca juga: Wow, SMK Negeri 3 Wonosari Jadi Percontohan BLUD
Mantan Kapolsek Tepus ini mengungkapkan, terjangan angin kencang mengakibatkan 48 rusak dengan berbagai kondisi. Sementara itu ada satu rumah dilaporkan roboh rata dengan tanah. Meski demikian, tidak ada korban karena pemilik berhasil selamat.
"Total di Kedungranti ada 49 yang rusak. Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah karena tersapu angin kencang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest