Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Talkshow online Yang Muda Berani Berubah untuk Usir Wabah di kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (11/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Generasi mileneal diajak terus menaati protokol kesehatan untuk mengusir wabah Corona. Hal ini disampaikan oleh lifestyle blogger dan fashion designer Sophie Tobelly dalam talkshow online bertajuk Yang Muda Berani Berubah untuk Usir Wabah kerja sama Harian Jogja dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (11/11/2020).
Menurut dia, generasi muda tidak perlu khawatir karena penerapan protokol kesehatan bisa tetap modis. Sebagai contoh, penggunaan masker sekarang sudah memiliki model sehingga penggunaannya bisa dipadukan dengan warna pakaian yang digunakan. “Contohnya milik Ibu Dewi [Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul] pakai masker motif polkadot sehingga terlihat menarik. Saya juga, pakai masker juga disesuaikan dengan baju yang dipakai sehingga terlihat serasi,” katanya.
BACA JUGA: Begini Rasanya Menonton Bioskop di Jogja di Tengah Pandemi
Sophie berpendapat penerapan protokol kesehatan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Menurut sejumlah penelitian, anak-anak muda memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak berdisplin. Menurut dia, penerapan protocol kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri karena termasuk menjaga kesehatan orang lain seperti orang tua atau pun kakek nenek di rumah. “Kita harus disiplin agar pandemi bisa terlewati,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, kepatuhan terhadap protokol kesehatan merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus Corona. “Sampai saat ini penularan masih terjadi. Jadi kami berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat di luar rumah, jaga jarak hingga sering cuci tangan menggunakan sabun,” katanya.
BACA JUGA: Covid-19: Pembatasan Sosial di Banguntapan & Sewon Akan Dikaji
Dewi mengungkapkan, upaya sosialisasi pencegahan penularan virus Corona sudah massif dilakukan dan menyasar ke 18 kapanewon di Gunungkidul. Upaya penanggulangan juga melibatkan anak-anak muda yang tergabung dalam Saka Bakti Husada milik dinas kesehatan.
Menurut Dewi, komunitas ini memiliki banyak kegiatan yang positif bagi anak-anak muda Gunungkidul. salah satunya dalam upaya memerangi virus corona. Kegiatan yang dilaksanakan dilakukan dengan menggalang donasi untuk kemudian dibelikan sabun cair yang diisikan di tempat mencuci tangan yang sabunnya telah habis. “Ini positif karena bentuk partisipasi anak-anak muda untuk melawan virus corona,” katanya.
Dia berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan agar mata rantai virus bisa dicegah. “Tidak boleh bosan karena untuk melawan virus corona harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Lansia 71 tahun tewas tertabrak pikap di Sentolo Kulonprogo saat berbelok di simpang Tugu Pensil.
Jonatan Christie tersingkir di Malaysia Masters 2026 usai kalah tiga gim dari Hu Zhe An, fokus beralih ke Singapura Open.
Tagihan listrik rumah naik? AC, kulkas, mesin cuci hingga kebiasaan kecil bisa jadi penyebab utama boros energi di rumah.
Luciano Spalletti dikabarkan siap mundur dari Juventus jika gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.