Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Tulakir (kiri) saat melakukan kegiatan pewarnaan terhadap kerajinan tangan yang dibuatnya di rumahnya yang berada di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Kamis (2/4/2020). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA- Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan dan pengembangan IKM di seluruh penjuru Tanah Air. Program pembinaan di sentra IKM melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) akan terus digalakkan.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan setiap daerah di Indonesia memliki potensi masing-masing. Potensi yang dimiliki perlu dipoles dengan keunggulan komparatif, baik bahan baku sumber daya alam yang digunakan maupun keterampilan sumber daya manusianya.
"Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya saing sektor IKM sesuai dengan keunggulan daerah, kami melaksanakan program pembinaan di sentra IKM melalui pendekatan One Village One Product [OVOP],” kata Gita melalui siaran pers yang diterima Harian Jogja, Sabtu (21/11/2020).
Baca juga: Keterserapan Rendah Jadi Penyebab Jatah Pupuk Bersubsidi untuk DIY Berkurang
Konsep OVOP tersebut, katanya, memiliki spirit untuk mendorong masyarakat agar dapat menghasilkan produk yang kompetitif dengan nilai tambah tinggi dan mampu bersaing di dunia. "Pendekatan OVOP tetap mengutamakan ciri khas keunikan karakteristik daerah tersebut dengan memanfaatkan sumber daya lokal, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia," katanya.
Ke depan, lanjut Gati, kegiatan pembinaan IKM melalui pendekatan OVOP akan fokus pada aspek yang dapat mendorong IKM go global, seperti inovasi dan pengembangan produk sesuai permintaan pasar, re-branding IKM OVOP, sehingga akan meningkatkan akses pasar bagi produk IKM OVOP. Sejak 2013, katanya Kemenperin memberikan Penghargaan OVOP kepada IKM yang memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai IKM OVOP.
"IKM OVOP kemudian diklasifikasikan sesuai dengan hasil penilaian yang terbagi atas lima kelompok komoditas, yaitu makanan dan minuman, kain tenun, kain batik, anyaman, dan gerabah," katanya.
Baca juga: Masyarakat Kulonprogo Mulai Terbiasa Mencuci Tangan
Pada penyelenggaraan yang terakhir, terdapat 118 IKM OVOP yang memenuhi kriteria, terdiri dari 63 IKM komoditas makanan dan minuman, 22 IKM komoditas kain tenun, 13 IKM komoditas kain batik, 10 IKM komoditas anyaman, dan 4 IKM komoditas gerabah. Dari jumlah tersebut, terdapat empat IKM OVOP yang masuk kategori Bintang 5, yaitu PT. Tama Cokelat Indonesia dari Garut dengan produk cokelat dodol pada komoditas makanan dan minuman.
Selain itu, Tenun Antik Hj. Fatimah Sayuthi dari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar dengan produk kain tenun pada komoditas kain tenun. Batik Winotosastro dari Jogja dengan produk kain batik pada komoditas kain batik, dan UD. Mawar Art Shop dari Kabupaten Lombok Barat dengan produk anyaman ketak pada komoditas anyaman.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.