Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul cenderung menurun dalam kurun beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ancaman penyebaran tetap harus diwaspadai khususnya saat memasuki musim hujan.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, kasus leptospirosis sempat meninggi di 2017 dengan jumlah warga terserang sebanyak 54 jiwa. Setahun berikutnya jumlah kasus terus menurun hingga sekarang. Total sampai akhir November 2020 ada enam warga yang terserang leptospirosis.
BACA JUGA : Baru Awal Tahun, Satu Warga Sleman Meninggal Dunia
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, dari enam kasus yang terjadi tahun ini, ada seorang warga yang diduga meninggal karena leptospirosis. “Ada penurunan karena di 2019 ada 9 kasus dan dua pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Sumitro kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).
Sumitro menjelaskan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh hewan, salah satunya air kecing tikus. Potensi penyebaran akan semakin besar apabila seseorang memiliki luka di tubuh, khususnya bagian tangan dan kaki. Pasalnya, bakteri tersebut dapat masuk dan berkembang di kulit yang mengalami luka terbuka.
“Harus tetap diwaspadai. Sebab, meski kasus turun tapi penyebarannya harus diwaspadai, apalagi sekaran sudah masuk musim hujan,” katanya.
BACA JUGA : Kematian Akibat Leptospirosis di Kulonprogo Rata-Rata 4
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyebaran leptospirosis harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan penyebaran tidak hanya di wilayah yang basah atau di area pertanian.
Menurut dia, potensi penyebaran juga erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Dewi pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan cuci tangan menggunakan sabun.
“Kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat akan pentingnya penerapan pola hidup bersih sehat,” katanya.
Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, area pertanian menjadi salah satu tempat yang bisa menjadi penyebab penyebaran leptospirosis. Guna menghindari penyakit ini, petani diimbau untuk beraktivitas di sawah saat sudah terbit matahari karena bakteri tidak tahan dengan hawa panas.
BACA JUGA : Sepanjang Tahun Ini, Sudah 1 Orang Meninggal Dunia
“Yang tak kalah penting juga harus gunakan alat perlindungan diri saat beraktivitas,” katana beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.