Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI – Kasus penyebaran leptospirosis di Gunungkidul cenderung menurun dalam kurun beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ancaman penyebaran tetap harus diwaspadai khususnya saat memasuki musim hujan.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, kasus leptospirosis sempat meninggi di 2017 dengan jumlah warga terserang sebanyak 54 jiwa. Setahun berikutnya jumlah kasus terus menurun hingga sekarang. Total sampai akhir November 2020 ada enam warga yang terserang leptospirosis.
BACA JUGA : Baru Awal Tahun, Satu Warga Sleman Meninggal Dunia
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, dari enam kasus yang terjadi tahun ini, ada seorang warga yang diduga meninggal karena leptospirosis. “Ada penurunan karena di 2019 ada 9 kasus dan dua pasien dinyatakan meninggal dunia,” kata Sumitro kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).
Sumitro menjelaskan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebarkan oleh hewan, salah satunya air kecing tikus. Potensi penyebaran akan semakin besar apabila seseorang memiliki luka di tubuh, khususnya bagian tangan dan kaki. Pasalnya, bakteri tersebut dapat masuk dan berkembang di kulit yang mengalami luka terbuka.
“Harus tetap diwaspadai. Sebab, meski kasus turun tapi penyebarannya harus diwaspadai, apalagi sekaran sudah masuk musim hujan,” katanya.
BACA JUGA : Kematian Akibat Leptospirosis di Kulonprogo Rata-Rata 4
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, penyebaran leptospirosis harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan penyebaran tidak hanya di wilayah yang basah atau di area pertanian.
Menurut dia, potensi penyebaran juga erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Dewi pun mengimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan cuci tangan menggunakan sabun.
“Kami akan terus sosialisasikan ke masyarakat akan pentingnya penerapan pola hidup bersih sehat,” katanya.
Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, area pertanian menjadi salah satu tempat yang bisa menjadi penyebab penyebaran leptospirosis. Guna menghindari penyakit ini, petani diimbau untuk beraktivitas di sawah saat sudah terbit matahari karena bakteri tidak tahan dengan hawa panas.
BACA JUGA : Sepanjang Tahun Ini, Sudah 1 Orang Meninggal Dunia
“Yang tak kalah penting juga harus gunakan alat perlindungan diri saat beraktivitas,” katana beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.