Sepanjang Tahun Ini, Sudah 1 Orang Meninggal Dunia karena Leptospirosis

Ilustrasi leptospirosis, - JIBI
17 Oktober 2019 14:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Penyakit leptospirosis masih menjadi momok bagi warga, terutama petani yang rentan terkena penyakit. Tahun ini, dari 26 kasus, sudah ada satu orang yang meninggal dunia akibat leptospirosis.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dulzaini mengatakan dibanding tahun lalu, angka kasus leptospirosis di tahun ini tidak terlalu berbeda. Tahun lalu, ada 32 kasus warga Sleman yang terkena penyakit leptospirosis dengan dua diantaranya meninggal dunia. Sementara, tahun ini sampai September, total ada 26 kasus dengan satu orang meninggal dunia.

Menjelang musim hujan, kata dia, masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyakit yang disebabkan bakteri leptospira itu. "Terutama saat musim hujan perlu diantisipasi, aliran air bisa bercampur dengan kencing tikus, bakterinya bisa kemana-mana," tutur Dulzaini pada Rabu (16/10/2019).

Dia menjelaskan menjelang musim hujan kebersihan lingkungan perlu diperhatikan, tidak hanya untuk mewaspadai penyakit leptospirosis, tapi juga penyakit lain seperti DBD. Menurut dia, penyakit leptospirosis tidak hanya terjadi karena faktor kebersihan saja, tapi juga faktor cuaca yang ekstrem seperti juga yang terjadi pada 2017.

Berdasarkan data Dinkes Sleman, jumlah kasus leptospirosis meningkat drastis di 2017 dengan jumlah orang meninggal dunia yang cukup banyak. Di 2017 ada 48 kasus leptospirosis dan 10 orang meninggal dunia. Padahal, di tahun sebelumnya, hanya ada dua kasus leptospirosis yang terjadi dan tidak ada pasien yang meninggal dunia.