Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Calon Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mencoblos bersama istri di TPS 8 Dusun Kwarasan Wetan, Rabu (9/12/2020). /Istimewa-dok
Harianjogja.co, GUNUNGKIDUL – Rekapitulasi suara hasil pilkada di tingkat kapanewon di Gunungkidul telah selesai dilaksanakan pada Sabtu (12/12/2020). Berdasarkan perhitungan ini, pasangan Sunaryanta-Heri Susanto berhasil mengungguli tiga pasangan calon lainnya dengan torehan sebanyak 155.869 suara.
Adapun hasil perhitungan di 18 kapanewon, pasangan nomor empat ini berhasil unggul di sepuluh kapanewon yang meliputi Wonosari, Playen, Nglipar, Gedangsari, Patuk, Girisubo, Rongkop, Paliyan, Saptosari, Panggang. Sedangkan enam kapanewon yang meliputi Semin, Ngawen, Tepus, Tanjungsari, Purwosari dan Karangmojo dimenangkan pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto.
Di tengah persaingan sengit dua pasangan ini, duet Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi berhasil mencuri kemenangan dengan menjadi peraih suara terbanyak di Kapanewon Semanu dan Ponjong. Proses rekapitulasi di tingkat kapanewon ini masih akan dilanjutkan di tingkat kabupaten. Rencananya KPU Gunungkidul akan melakukan perhitungan secara resmi pada Selasa (15/12/2020).
Baca juga: Tekan Penularan, Sleman Wacanakan Minggu Tenang Covid-19
Anggota tim sukses, pasangan Sunaryanta-Heri Susanto, Ery Agustin S mengatakan, berdasarkan rekapitulasi di tingkat kapanewon, sudah bisa dilihat pasangan yang memenangkan pilkada. Pasalnya, pasangan Sunaryanta-Heri berhasil memperoleh dukungan suara terbanyak dari masyarakat.
“Selesai dan Alhamdulillah. Semoga lancar, aman dan amanah. Sunaryanta Bupatiku Bupatimu dan Bupati kita,” kata Ery, Minggu (13/12/2020).
Menurut dia, hasil rekapitulasi sudah memperlihatkan angka dan hasil yang sangat jelas. “Biarkan saja, toh hasilnya sudah jelas,” kata Ery saat disinggung terkait dengan pihak-pihak yang dirasa tidak bisa menerima hasil dari rekapitulasi.
Baca juga: Pilkada Usai, Semua Pihak Diminta Tahan Diri
Calon Bupati Sutrisna Wibawa tidak berbicara banyak terkait dengan hasil rekapitulasi di tingkat kapanewon. “Maaf no comment mas. Saya ikuti KPU,” tulisnya melalui pesan WA.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, proses perhitungan di tingkat kecamatan telah selesai dilaksanakan. Meski dari hasil tersebut sudah bisa diketahui siap yang memperoleh dukungan terbanyak, ia berharap kepada masyarakat dan semuak pihak pemangku kepentingan untuk bersabar dan menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU. “Kami baru akan melaksnaakan rekapitupasi di 15 Desember [Selasa besok],” katanya.
Menurut dia, rekapitulasi di tingkat kabupaten akan selesai dalam waktu satu hari. Oleh karenanya, Hani meminta pasangan calon segera mengirimkan mandat saksi ke KPU untuk mengikuti pleno terbuka rekapitulasi. “Kami berharap semua bisa tertib. Untuk pelaksanaan, kami juga meminta saksi membawa salinan formulir hasil rekapitulasi dari tingkat kapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Perubahan desil membuat sebagian warga DIY kehilangan bansos. Sekda DIY meminta verifikasi data DTSEN dipercepat agar bantuan tepat sasaran.
Kebakaran gedung pesta pernikahan di Kinshasa, Kongo, menewaskan 22 orang. Jalur evakuasi terbatas diduga memperparah jumlah korban.
OJK mencabut izin usaha 13 bank sepanjang 2026. Berikut daftar BPR dan BPRS yang izinnya dicabut hingga September.
Konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman ditargetkan rampung Desember 2026 dan diharapkan memperlancar arus Jateng-DIY.
Apindo meminta kewajiban sertifikasi halal 18 Oktober 2026 ditunda karena ekosistem industri dan rantai pasok dinilai belum siap.