Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Tangkapan layar komplotan geng remaja Kulonprogo yang viral di media sosial. /@facebook.
Harianjogja.com, WATES—Sebuah video dengan durasi 23 detik yang memperlihatkan aksi arogan belasan remaja dengan membawa senjata tajam jenis celurit dan gir beredar di linimasa akhir-akhir ini. Sekelompok geng yang lazim disebut klithih ini diketahui merupakan sekumpulan remaja asal Kulonprogo yang sedang mencari sasaran di jalanan.
Dalam video berdurasi 23 detik itu memperlihatkan beberapa pengendara sepeda motor mengacung-acungkan celurit, botol, dan menyeret gir sampai menimbulkan percikan api. Tampak kelompok bandit remaja ini memenuhi seluruh badan jalan yang berada di kawasan Jembatan Srandakan atau perbatasan antara Bantul dan Kulonprogo.
BACA JUGA : Berantas Klithih, Polres Kulonprogo Bentuk The Cops
Mereka menaiki motornya dengan cara zigzag sembari terus membunyikan klakson di sepanjang jalan dan berteriak seolah sedang mencari sasaran para pengguna jalan lewat. Video tersebut mengundang emosi warganet dan meminta aparat kepolisian meringkus semua pelaku demi mencipatakan suasana aman bagi pengguna jalan.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefri saat diminta konfirmasi membenarkan bahwa aksi geng remaja yang videonya viral tersebut merupakan warga Kulonprogo. Setelah video itu viral, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi terkait identitas pengendara berdasarkan plat nomor yang terlihat di dalam video.
BACA JUGA : Klithih Bikin Resah, Pengendara Ojol di Kulonprogo Dilatih
“Selanjutnya dilakukan pelacakan pemilik kendaraan untuk mengetahui siapa pemakai sepeda motor tersebut,” katanya Minggu (27/12/2020).
Adapun remaja yang terlibat dalam video itu berjumlah 12 orang yang seluruhnya merupakan warga Kulonprogo. "Kami sudah mendata para pelaku dalam video termasuk sepeda motor mereka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.