Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Pandemi Covid-19 tidak saja berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat, tapi juga psikologis keluarga. Hal ini ditengarai menyebabkan angka kekerasan terhadap perempuan meningkat dalam setahun terakhir.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati, mengungkapkan selama 2020, tercatat terjadi sebanyak 895 kasus kekerasan terhadap perempuan. Angka ini jauh lebih banyak dibanding 2019, yakni sekitar 600 kasus.
Jumlah ini merupakan kasus yang dilaporkan dari layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan. Adapun jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar. “Biasanya mereka [penyintas] ketakutan sebelum mengakses layanan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ratusan Wisatawan ke Puncak Dipulangkan Gara-Gara Tak Ada Surat Bebas Covid-19
Ia menjelaskan pada masa pandemi, beban perempuan atau istri di dalam keluarga menjadi berlipat. Mereka harus mendampingi anak belajar dari rumah atau membantu mencari nafkah jika pekerjaan suami terdampak covid-19 seperti dirumahkan atau penghasilannya berkurang.
Beban psikologis ini menjadikan relasi antara suami dan istri lebih tegang sehingga istri jadi rentan menjadi korban kekerasan. Sebab itu, ia berharap lebih banyak lagi penyintas yang mengakses layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan.
Baca juga: Tiket Kereta Api Saat Nataru Bisa Di-refund dan Reschedule
Di masa pandemi ini, pihaknya juga semakin meningkatkan penjangkauan penyintas bukan saja menunggu mereka mengakses layanan, tapi juga mensosialisasikan ke desa-desa sekaligus membuka layanan konsultasi di sana, sehingga lebih mudah diakses.
“Jangan dipendam sendiri. Layanan kekerasan sudah lengkap mulai psikologis sampai kasus rampung, dari sisi kesehatan kalau perlu ke rumah sakit, pendampingan hukum. Kami dampingi terus. Bahkan setelah kasus selesai masih terus dipantau. Kami juga dampingi jika ada masalah ekonomi,” ungkapnya.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam, berharap perempuan tidak perlu takut untuk melaporkan apabila menjadi korban kekerasan. “Melaporkan kepada instansi terkait untuk menangani kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.
Di samping itu, ia juga mengimbau para perempuan untuk menjaga komunikasi dengan teman-temannya misalnya dalam pertemuan arisan atau sebagainya, untuk menjadi ajang sharing. “Tidak hanya arisan tapi juga untuk sharing,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.