Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Pagar besi dipasang disepanjang Kawasan Malioboro untuk mencegah terjadinya kerumunan saat malam pergantian tahun. Pemerintah Kota Jogja memutuskan untuk menerapkan sistem buka tutup di Kawasan jantung Kota Jogja ini.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menjelaskan perihal pemagaran Titik Nol Kilometer tujuannya agar warga tidak berkerumun di lokasi tersebut sehingga arus lalu lintas lancar. "Di pagar supaya orang tidak ke Titik Nol, supaya arusnya terjaga, gitu saja," katanya.
BACA JUGA : PAGAR BESI MALIOBORO : Setelah Dipasang Pagar, Seperti
Ditambahkan Haryadi jika area dalam pagar sifatnya steril dari kerumunan. "Pasti, area dalam pagar pasti steril dan pasti kita sterilkan. Kalau ada kerumunan lapor ke Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja," tukasnya.
Sementara itu usaha hotel diminta untuk tetap menerapkan prokes dengan tertib, dilaksanakan dan diawasi. Haryadi mengimbau setiap tamu hotel yang masuk diperiksa identitas kesehatannya apakah masih berlaku atau tidak. Hotel pun diminta tidak mengadakan pesta yang diperuntukkan bagi orang umum, melainkan hanya untuk hiburan tamu hotel saja.
Haryadi mengaku tidak ada satu pun panitia penyelenggara yang meminta izin kepada Pemkot Jogja untuk mengadakan pesta kembang api. "Kalau punya kembang api nyalakan tapi jangan bikin kerumunan. Kami tidak melarang tapi tidak ada sampai sekarang [penyelenggara pesta kembang api] minta izin ke kami akan mengadakan pesta kembang api. Kalau ada bikin kembang api ada bikin kerumuman ya tentunya kita tegur untuk tidak menyalakan di tempat umum," katanya.
BACA JUGA : Banjir Kritik, Pagar Besi Akhirnya "Dilepas"
"Dan kita berdoa harapan saya, Jogjakarta aman lancar dan tertib, semua orang, semua warga masyarakat baik itu yang asli Jogja maupun yang datang bisa menikmati Jogja dalam suasana baik. Sekali lagi saya sampaikan silakan datang ke Jogja dengan segala peraturan prokes yang berkaitan terutama dengan identitas kesehatan," ujarnya.
Kepala Dinas Kominfosan Kota Jogja, Tri Hastono menambahkan pemagaran Tugu hingga Alun-alun disebutkan Agus agar tidak dijadikan tempat nongkrong
"Pagar Tugu sampai Alun-alun karena biar enggak buat nongkrong untuk mengurangi kerumunan di situ. Seputaran Tugu kemudian Titik Nol dan Alun-alun kan sudah dipagar, Alun-alun Kidul juga sama kita batasi untuk kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Jemaah haji Indonesia Muhammad Firdaus Ahlan hilang di Makkah. PPIH lakukan pencarian intensif dan gandeng polisi Saudi.
Fabio Di Giannantonio juara MotoGP Catalunya 2026 usai balapan penuh drama. VR46 kian kuat, peluang juara dunia terbuka.
BI-Rate naik 5,25%. Ekonom nilai langkah tepat, rupiah diprediksi menguat ke Rp16.800 per dolar AS.