Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur pada Minggu (10/1/2021) dini hari mengakibatkan pohon Munggur berdiameter 30 centimeter tumbang dan menghalangi jalan di ruas Bejiharjo-Wonosari, tepatnya di Dusun Kulwo, Bejiharjo, Karangmojo. Selain putusnya jaringan listrik, pohon tumbang ini juga mengakibatkan seorang warga terluka dan sempat dibawa ke RSUD Wonosari.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengingatkan kepada masyarakat terkait dengan musibah atau bencana pada saat musim hujan. Adanya fenomena la nina mengakibatkan peningkatan curah hujan sehingga potensi bencana semakin tinggi.
Menurut dia, hujan yang mengguyur pada Minggu dini hari mengakibatkan pohon tumbang di Dusun Kulwo, Bejiharjo, Karangmojo. Batang pohon ini melintang di jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Malahan beberapa saat kejadian ada pengendara motor yang menabrak pohon ini hingga mengakibatkan seorang warga terluka.
Baca juga: Diduga Remas Organ Vital Milik Gadis 11 Tahun, Pria di Nanggulan Diperiksa Polisi
“Sempat dibawa ke RSUD Wonosari, tapi kondisinya baik karena hanya mengalami luka ringan saja. Korban pun sudah boleh pulang,” kata Edy kepada wartawan, Minggu siang.
Selain mengakibatkan seorang pengendara terluka, pohon tumbang ini juga sempat memutus instalasi listrik milik PLN sehingga terjadi mati lampu. Untuk permasalahan ini, BPBD sudah berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan perbaikan jaringan. “Untuk instalasi listrik kami serahkan sepenuhnya ke PLN,” ungkapnya.
Edy berharap kepada masyarakat untuk terus mewaspadai bencana pada saat musim hujan. Hasil kajian dari BPBD Gunungkidul, ada beberapa potensi bencana seperti tanah longsor di sisi utara Gunungkidul. sedangkan untuk Banjir potensinya ada di sepanjang aliran Kali Oya dan sungai di wilayah Mertelu, Kapanewon Gedangsari. “Untuk angin kencang potensinya menyebar di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Baca juga: 11 Meninggal Dunia dan Puluhan Orang Masih Tertimbun Tanah Longsor di Sumedang
Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan mengatakan, pihaknya tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban di masyarakat tetap terjaga. Namun demikian, di musim hujan ini juga menyiagakan personel untuk membantu pada saat ada bencana.
Menurut dia, untuk proses evakuasi tidak hanya menyiapkan personel, tapi juga menyediakan peralatan dalam memudahkan proses penanganan kebencanaan. “Kami sudah punya alatnya. Untuk kebencanaan, kami sudah turun membantu pada saat musibah angin kencang di wilayah Nglipar. Pada saat ada kejadian lagi, kami siap hadir untuk membantu masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.