Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Warga saat bekerja bakti untuk menimbun lantai rumah milik Sukamto yang ambles di Dusun Saban, Karangwuni, Rongkop. Rabu (13/1/2021). /Ist-BPBD.
Harianjogja.com, RONGKOP – Lantai rumah milik Sukamto, 65, di Dusun Saban, Karangwuni, Rongkop ambles sedalam empat meter. Diduga peristiwa ini terjadi karena ada rongga di dalam tanah sehingga memicu terjadinya amblesan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul tidak hanya menyebabkan terjadinya genangan air di Kalurahan Dadapayu, Semanu. Namun juga menyebabkan fenomena sinkhole atau tanah ambles di Dusun Saban, Karangwuni.
BACA JUGA : Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Antar Desa di Kokap Ambles
Dikatakannya, sebelum terjadi amblesan, pemilik rumah mendengar suara bergemuruh pada Selasa (12/1) malam. Pada saat itu, juga terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. “Rumahnya belum lama dibangun karena pemilik merupakan warga terdampak pembangunan JJLS,” kata Edy, Rabu (13/1/2021).
Edi menjelaskan, saat pemilik mengecek sumber suara bergemuruh melihat lantai rumah sudah mulai ambles. Keesokan pagi, amblesan semakin meluas karena sampai keluar rumah. Diperkirakan amblesan memiliki panjang empat meter dan lebar empat meter dan dengan kedalaman enam meter. “Pagi tadi [kemarin] sudah mulai ditimbun dengan tanah urug,” katanya.
Pihaknya langsung mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan lokasi, melakukan kerja bakti, dan mengirimkan logistik. Edy belum mengetahui penyebab pasti tanah berlubang tersebut, kemungkinan karena perbukitan karst sehingga banyak rongga tanah di sekitar lokasi. “Untuk ke depan belum ada rencana apakah pindah atau bagaimana melihat situasi,” katanya.
BACA JUGA : Rumah Warga Playen Rusak karena Tanah Ambles
Lurah Karangawen, Suparta saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya fenomena tanah ambles di rumah milik Sukamto. Menurut dia, hingga Rabu sore warga masih bekerja bakti untuk menimbun lokasi amblesan. “Untuk kedalaman hampir tiga meter. Sudah ditimbun dengan lima rit tanah urug, tapi belum juga penuh,” katanya.
Suparta menuturkan, tanah amblesan terjadi pada sebuah kamar tidur, sebagian lantai dekat kamar mandiri hingga keluar rumah. Ia mengungkapkan kerja bakti masih akan dilanjutkan karena masih ada lokasi yang berpotensi ambles. Untuk pengecekan dilakukan dengan jara menginjak-injak di sekitar rumah. Meski hanya menduga-duga, namun diharapkan bisa dilakukan antisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
BACA JUGA : Jalan Ambles, Akses Warga Tiga Dusun di Gunungkidul
“Dari suaranya bisa diketahui mana lokasi yang tanahnya padat, mana yang berpotensi ambles. Apalagi di sekitar lokasi juga masih ada suara-suara bergemuruh,” katanya.
Meski rumahnya terjadi amblesan, tapi pemilik belum mengungsi karena di bagian belakan masih bisa dipergunakan. “Belum mengungsi dan masih tinggal di rumah yang dibangun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.