HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-Perubahan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi ke arah Barat Daya, direspons positif oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Dengan perubahan potensi bahaya tersebut maka kondisi masyarakat aman dari bahaya erupsi Merapi.
"Saat ini pengungsi di Glagaharjo [Cangkringan] secara berangsur mulai kembali ke rumah. Karena memang jarak amannya diperpendek dari lima kilometer menjadi tiga kilometer," katanya usai mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono di Embung Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik, Senin (18/1/2021).
Pemkab, katanya akan memfasilitasi warga jika mereka akan kembali ke rumahnya. Namun jika warga tetap ingin bertahan di barak pengungsian pun, tetap akan difasilitasi. Pemkab, lanjutnya, akan mengatur mekanisme soal pengungsian Selasa (19/1) ini.
"Sebenarnya kondisi barak pengungsian baik dari wilayah Timur (Glagaharjo) hingga Barat (Girikerto) sudah siap menerima pengungsi. Namun karena saat ini warga berada di jarak aman, jadi tidak ada masalah (untuk mengungsi)," katanya.
Sekadar diketahui, BPPTKG merilis keterangan jika potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BACA JUGA: Sultan Bakal Perpanjang Kebijakan Pembatasan kalau Masyarakat Masih Bandel Prokes
Meskipun begitu, aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan tetap dihentikan. Selain itu, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak G. Merapi.
"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.
Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 3,5% secara tahunan, didukung pertumbuhan bisnis data dan infrastruktur digital.
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.