UGM Beri Voucer Makan Gratis untuk 47 Mahasiswa Korban Gempa NTT
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-- Dampak La Nina sudah mulai dirasakan di Kota Jogja. Diguyur hujan angin beberapa jam, beberapa pohon tumbang dan atap rumah beterbangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat menuturkan jika hujan disertai angin yang mengguyur Kota Jogja pada Rabu (3/2/2021) telah menyebabkan pohon tumbang dan atap terbang di beberapa lokasi. "Jadi hujan yang terjadi beberapa jam dari sore sampai tengah malam membuat beberapa tempat mengalami pohon tumbang di daerah Pakuncen, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Gading dan sebagainya. Alhamdlilah bisa teratasi," tuturnya pada Kamis (4/2/2021).
Nur menyebutkan adapun dua rumah rusak akibat terjangan angin telah mendapat bantuan. Dua rumah tersebut terletak di Bangunrejo dan Kricak. Bantuan tenaga dan material sifatnya penyelamatan sementara telah disalurkan, tergantung kebutuhan akibat kerusakan yang ditimbulkan.
BACA JUGA: Sehari 321 Orang Positif, Covid-19 di DIY Nyaris Tembus 23.000
"Karena di situ atapnya pada rusak, [diberi bantuan] ada atap, ada blandar, tiang-tiang kayu, karena tidak bisa dihuni. Ya kami beri bantuan kerja bakti, material secukupnya agar rumah itu bisa dihuni," terangnya.
"Dua rumah itu yang paling parah, artinya tidak berfungsi lagi. Tidak bisa berfungsi untuk hunian, kalau kerusakannya kecil, [perbaikan] kemandirian warga sendiri mengupayakan untuk diperbaiki," imbuh Nur.
Baik pohon tumbang maupun atap rumah terbang menurut Nur disebabkan embusan angin kencang saat hujan yang merupakan bagin dari La Nina. "Anginnya terlalu kuat, kalau pohon di Kota Jogja kebanyakan sudah dipotongi, sudah tidak terlalu rimbun, [kemarin] karena anginnya terlalu kuat itu," jelasnya.
Antisipasi ke depannya, Nur mengimbau kepada warga masyarakat untuk siaga dengan potensi bencana yang mungkin timbul diakibatkan angin maupun hujan. Oleh karenanya pihaknya meminta warga untuk menumbangkan pohon yang sudah rapuh atau tua di sekitar lingkungan warga. "Seperti pohon yang sudah rapuh, sudah tua bisa dipotong, dikurangi agar tidak terjadi kerobohan yang membawa korban, terutama di pinggir jalan," tandasnya.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Jogja, Petrus Singgih Purnomo mengatakan bantuan berupa terpal telah dikirim langsung ke lokasi kejadian. "Untuk kejadian bencana ini tim dari BPBD Kota Jogja langsung bergerak ke lokasi dan memenuhi kebutuhan logistik yaitu terpal. Saat ini masih bisa ditempati. Pohon yang menimpa mobil pribadi tidak ada kerusakan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memberikan voucer makan gratis untuk 47 mahasiswa terdampak gempa NTT yang bisa diambil dua kali sehari selama masa darurat.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima MBG dalam pemutakhiran data. Mayoritas merupakan sekolah swasta dan mandiri.
Royal Ambarrukmo Yogyakarta kembali menghadirkan Ambarrukmo Atisomya – Patehan, The Royal High Tea Ceremony, dalam rangkaian acara menuju ulang tahunnya ke-15
BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan di sejumlah wilayah barat Indonesia pada Jumat, termasuk prakiraan cuaca DIY.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.