Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Sosial Gunungkidul terus memverifikasi data penerima bantuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul mengatakan, ada sekitar 137.000 warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini merupakan keluarga penerima manfaat untuk program bantuan yang digulirkan pemerintah.
BACA JUGA: Nenek Jompo Dibuang di Tepi Jalan di Bantul
Menurut dia, sejak Desember lalu, pihaknya berkerjasama dengan pemerintah kalurahan melakukan verifikasi data penerima bantuan. Meski demikian, belum semua data terverifikasi karena capaian baru sekitar 20.000 kepala keluarga. “Masih proses dan data hasil verifikasi belum final,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).
Menurut dia, verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan bisa tepat sasaran. Apabila ada data yang kurang tepat maka ada proses perbaikan, namun butuh waktu karena harus diajukan ke Pemerintah Pusat. “Proses verifikasi terus dilakukan karena ada harapan tidak ada masalah dalam proses penyaluran bantuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.