Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Sosial Gunungkidul terus memverifikasi data penerima bantuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul mengatakan, ada sekitar 137.000 warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data ini merupakan keluarga penerima manfaat untuk program bantuan yang digulirkan pemerintah.
BACA JUGA: Nenek Jompo Dibuang di Tepi Jalan di Bantul
Menurut dia, sejak Desember lalu, pihaknya berkerjasama dengan pemerintah kalurahan melakukan verifikasi data penerima bantuan. Meski demikian, belum semua data terverifikasi karena capaian baru sekitar 20.000 kepala keluarga. “Masih proses dan data hasil verifikasi belum final,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).
Menurut dia, verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan bisa tepat sasaran. Apabila ada data yang kurang tepat maka ada proses perbaikan, namun butuh waktu karena harus diajukan ke Pemerintah Pusat. “Proses verifikasi terus dilakukan karena ada harapan tidak ada masalah dalam proses penyaluran bantuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kampus Wates terus memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang.
Polda Metro Jaya menyelidiki kematian ABK tongkang OB AS Power 7 yang ditemukan tewas di perairan Marunda setelah diduga jatuh ke laut.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta PTN mendirikan UPZ untuk mengoptimalkan zakat sebagai sumber bantuan pendanaan mahasiswa.
BNPB memfokuskan verifikasi 98.986 rumah rusak pascagempa Flores, sementara distribusi logistik telah mencapai 98,39 persen.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.