Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski relatif kecil, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terus terjadi. Badan Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi 12 guguran lava pijar pada Selasa (16/2/2021) dalam periode pengamatan 00.00 WIB-06.00 WIB.
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan guguran lava pijar juga terjadi sebanyak 14 guguran lava pijar pada Senin (15/2/2021). “Guguran lava pijar memiliki jarak luncur maksimal 1,5 km ke arah barat daya,” ujarnya, Selasa (16/2/2021).
Masih terjadinya guguran lava pijar ini disebabkan karena memang kubah lava Gunung Merapi pun masih tumbuh. Seperti diketahui, per 4 Februari, BPPTKG menetapkan terdapat dua kubah lava dengan posisi yang pertama di barat daya dan yang baru di tengah kawah.
Kubah lava yang berada di sisi barat daya per Sabtu (13/2/2021) tercatat memiliki volume 295.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 38.900 meter kubik per hari dan rata-rata total pertumbuhan 10.000 meter kubik per hari. Sedangkan kubah lava kedua hingga hari ini masih belum terhitung volumenya lantaran terhalang cuaca.
BACA JUGA: Prilly Latuconsina Main ke Pantai Gunungkidul, Caption Fotonya soal Jodoh
Kubah lava kedua ini posisinya berada di dekat bukaan kawah yakni di sisi tenggara. Namun sampai saat ini, belum teramati adanya guguran material dari bukaan kawah tersebut. “Artinya guguran kemungkinan besar masih terjadi di dalam kawah. Dari data-data lain seperti deformasi, seismik dan asap belum ada perubahan signifikan,” ungkapnya.
Meski demikian pihaknya tetap mewaspadai jika sewaktu-waktu dapat terjadi awan panas karena kubah lava masih terus tumbuh. “Erupsi Merapi bersifat efusif, berjalannya sangat lambat. Magma yang menuju ke permukaan sangat pelan. Di bawah rata-rata erupsi Merapi pada umumnya yakni 20.000 meter kubik per hari,” katanya.
Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi saat ini masih tetap Siaga, dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.