Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11/2020).-Ist Humas Pemda\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan deras di sekitar Gunung Merapi pada Selasa (16/2/2021) sore menyebabkan munculnya lahar hujan di Sungai Boyong. Lahar hujan mencapai Boyong Over Dam (BOD) VII atau di sekitar Turgo, namun belum membahayakan permukiman warga.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Lelono, menuturkan lahar hujan hampir memenuhi BOD VII, namun belum sampai meluap ke BOD VI. “Dari puncak sampai Turgo sekitar 5,5-6 km,” katanya, Rabu (17/2/2021).
Lahar hujan ini belum membahayakan permukiman warga lantaran tebing di BOD VII cukup tinggi yakni 100 meter baik di sisi utara yang merupakan tebing Turgo dan di sisi timur yang merupakan tebing Kaliurang. Tebing yang masih tinggi juga ada di BOD VI, yang berjarak 7-8 km dari puncak.
Adapun karakter material lahar hujan di sungai Boyong ini masih berupa pasir dan kerikil atau material halus. Hal ini berbeda dengan erupsi Gunung Merapi 2010 dimana material lahar hujan berupa batuan yang cukup besar. “Yang sekarang belum ada material besar,” ungkapnya.
Ia memastikan sejumlah Early Warning System (EWS) yang dipasang di sungai Boyong semuanya berfungsi dengan baik. Sementara EWS yang berada di sungai Krasak yang hanya satu jumlahnya, ambruk lantaran tertimpa pohon.
BACA JUGA: Baleg DPR Tunggu Keputusan Bamus soal Prolegnas Sebelum Revisi UU ITE
EWS di sungai Krasak berlokasi di Kembang Mardikorejo. Saat ini pihaknya tengah mengajukan anggaran Rp50 juta dari Belanja tak Terduga (BTT) untuk memindahkan EWS tersebut ke Watupurbo. “Sekalian untuk keperluan wisata, kalau DAM banjir dari atas, kami bisa beri peringatan sebelum terjadi,” katanya.
Hujan juga terjadi di sekitar Gunung Merapi pada Rabu (17/2/2021) pukul 11.28 WIB. Namun sampai sore, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan belum teramati adanya lahar hujan.
Sebelumnya, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melaporkan di hulu Sungai Boyong dan Krasak terdapat endapan awan panas sebesar 262.000 meter kubik. “Masyarakat dan pemerintah agar mengantisipasi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna