Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - BPBD Kabupaten Kulonprogo melakukan antisipasi terhada potensi cuaca ekstrem yang berdampak kepada terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kulonprogo. Baik logistik, personil, dan kesiapan Early Warning System (EWS) telah disiapkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Ariadi mengatakan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi DIY coba untuk direspons secara cepat oleh jajarannya.
"Peringatan tersebut sudah diinformasikan kepada seluruh Kalurahan dan Kapanewon serta komunitas relawan kebencanaan di Kulonprogo," ujar Ariadi saat dikonfirmasi pada Kamis (25/2/2021).
Lebih lanjut, baik personil, logistik, maupun peralatan juga telah dipersiapkan oleh jajarannya untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Kulonprogo dikarenakan cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang.
Baca juga: Miliarder Purwomartani Diimbau Gunakan Uang Ganti Rugi Tol Sewajarnya
"Seluruhnya sudah kami persiapkan apabila terjadi kebencanaan hidrometeorologi. Terkait dengan personil, kami melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meliputi Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO), TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), (Palang Merah Indonesia) PMI dan beberapa relawan," jelas Ariadi.
Kesiapan EWS juga menjadi perhatian BPBD Kabupaten Kulonprogo. EWS tersebut telah terpasang di sejumlah wilayah di Kulonprogo yang berpotensi terjadi tanah longsor. Selain angin kencang, banjir, ombak tinggi di pantai selatan, wilayah Kulonprogo juga rawan terjadi tanah longsor.
17 EWS tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kulonprogo. Di antaranya, enam EWS dipasang di Kapanewon Samigaluh meliputi Desa Ngargosari, Banjarsari, Kebonharjo, Purwoharjo, Pagerharjo dan Sidoharjo.
Empat EWS di Kapanewon Kokap meliputi Desa Hargotirto, Hargowilis, Kalirejo dan Hargomulyo. Kemudian, tiga EWS di Kapanewon Girimulyo meliputi Desa Giripurwo, Jatimulyo dan Purwosari.
Selanjutnya, tiga EWS di Kapanewon Kalibawang meliputi Desa Banjarsari dua EWS dan 1 EWS di Banjaroya. Serta satu EWS di Desa Sidomulyo, Kapanewon Pengasih.
Baca juga: Pemkab Kulonprogo Dorong Budidaya Perikanan
"Tiga EWS sisanya masih kami simpan sebagai cadangan di kantor BPBD Kabupaten Kulonprogo. Nanti akan dipasang apabila ada desa yang memerlukan. Seluruh EWS yang telah terpasang tersebut masih aktif," ungkap Ariadi.
Gelombang Tinggi
Adapun, bagi nelayan maupun wisatawan yang berencana akan mengunjungi perairan selatan Kulonprogo diimbau untuk mengantisipasi gelombang tinggi. Diharapkan, wisatawan mematuhi imbauan yang dikeluarkan oleh tim SAR yang bertugas di perairan selatan Kulonprogo.
"Sementara, terhadap gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Kulonprogo, kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke pantai agar tetap waspada dan patuh terhadap petugas yang berjaga di kawasan tersebut," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.