Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pengurus ICA DIY Berfoto bersama pemenang lomba Plating Competition, Senin (15/2). /Ist
Harianjogja.com, DEPOK--Indonesia memiliki ribuan kuliner khas di setiap daerah yang mampu bersaing di pasar internasìonal. Kekayaan kuliner ini yang coba digali oleh Indonesian Chef Association (ICA).
Genap berusia 14 tahun, ICA DIY menggelar serangkaian kegiatan dengan mengangkat tema Makanan Nusantara Menuju Pasar Internasional, yang meliputi Plating Competition, Cooking Demo & Culinary Talk Show.
Koordinator Lomba, Dodik Prakoso Eko Heri Suwandoyo atau yang kerap disapa Chef Dodik, menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memahami positioning makanan nusantara di mata international.
BACA JUGA : Menangkap Peluang Usaha Kuliner di Tengah Lesunya
"Menambah wawasan tentang kuliner nusantara khususnya pada generasi muda, mengajak publik untuk semakin percaya diri terjun dalam bisnis kuliner serta menjadi media silaturahmi untuk berbagi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat pencinta kuliner nusantara," ujarnya, Kamis (25/2/2021).
Kegiatan ini berlangsung pada pada Senin (15/2) lalu, di Prime Plaza Hotel Jogja, dengan dibuka oleh Ketua ICA DIY, Chef Anton Yanwar dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan Plating Competition, dimana kompetisi ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh 40 tim yang berasal dari DIY dan Jawa Tengah.
Kompetisi ini bersifat terbuka untuk seluruh kalangan baik dari kalangan chef professional yang berasal dari hotel atau restoran maupun dari kalangan akademisi dan kalangan masyarakat umum.
Pada plating competition yang bertajuk “Menggali Kuliner Nusantara”, seluruh peserta lomba diminta untuk menata makanan utama dan makanan penutup yang sudah diolah sebelumnya dari properti masing-masing di atas piring yang sudah disiapkan oleh panitia lomba.
Challenge atau tantangan pada kompetisi ini terletak pada bentuk dan warna piring yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi “black box challenge” dimana tidak ada peserta yang tahu piring apa yang akan mereka dapatkan untuk menata hidangan makanan yang dilombakan.
BACA JUGA : Bisnis Kuliner di Jogja Masih Miliki Peluang Menjanjikan
"Peserta lomba diberi kebebasan dalam mempresentasikan makanan utama namun harus berbahan dasar makanan lokal, sedangkan untuk makanan penutup harus berbahan dasar umbi-umbian," katanya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan cooking demo dan talkshow dengan tema Menggali Kuliner Nusantara Menuju Pasar Internasional, yang diisi oleh akademisi Kokom Komariah dan praktisi kuliner Chef Adzan Tri Budiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Kemenpar menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE ASEAN melalui AI, penguatan talenta, dan peningkatan daya saing industri pariwisata.