Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani menargetkan tambahan pelanggan sebanyak 2.482 sambungan rumah (SR) baru. Total hingga sekarang pelanggan yang dimiliki mencapai 52.604 SR.
Kepala Bagian Perencanaan, PDAM Gunungkidul, Michael Gusna mengatakan, jumlah pelanggan saat ini mencapai 52.604 pelanggan. Adapun instlasi sambungan ini tersebar di 15 kecamatan di Bumi Handayani.
Menurut dia, upaya perluasan jaringan dan pelayanan terus dilakukan. Sebagai contoh, untuk tahun ini ada target menambah jaringan baru sebanya 2.482 SR. jumlah tersebut terdiri dari pelanggar reguler sebanyak 816 SR dan sisanya sebanyak 1.666 SR merupakan program sambungan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
“Sudah dipersiapkan programnya dan kami siap melaksanakan,” katanya, Jumat (26/2/2021).
Baca juga: Ini Lokasi Rapid Test Antigen Drive Thru di Jogja
Gusna optimistis target SR baru dapat terealisasikan dengan baik sehingga bisa memenuhinya. “Kami optimistis dapat mencapainya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto. Menurut dia, akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan untuk masyarakat. “Jangkauan kami belum menyasar ke seluruh wilayah tapi akan berusaha agar layanan menjangkau di 18 kapanewon. Untuk sekarang, layanan belum ada di Gedangsari, Purwosari dan Patuk,” katanya.
Toto menjelaskan, target pemasangan harus bisa tercapai. Hal ini dikarenakan untuk mengakses dana hibah dari pemerintah. “Untuk SR yang berasal program MBR ada alokasi dana hibah sekitar Rp5 miliar. Oleh karenanya, harus dicapai agar bisa dicairkan untuk mendukung operasional di PDAM,” katanya.
Ditambahkan dia, penambahan SR baru merupakan hal yang wajib dilakukan. Program ini harus dibarengi dengan optimalisasi sumber sehingga pasokan ke masyarakat tidak terganggu. “Ya kalau tidak ada penambahan produksi melalui optimalisasi sumber, maka layanan akan terganggu. Jadi, mau tidak mau harus meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.
Baca juga: Yu Kinanti Mbagehi Sediakan Nasi Gratis Setiap Hari
Ia mengungkapkan, untuk optimalisasi produksi air beberapa program sudah dipersiapkan mulai pemanfaatan sumber dari sumur air dalam. Selain itu ada upaya redesain sumber Sindon agar bisa beroperasi lagi. “Sumber Sindon rusak karena badai cempaka di akhir 2017 lalu dan ini akan dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan program ini bisa menambah kapasitas produksi yang dimiliki PDAM,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.