Ini Lokasi Rapid Test Antigen Drive Thru di Jogja

Layanan rapid test di kawasan Malioboro. - Ist.
26 Februari 2021 08:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rapid test antibodi maupun antigen saat ini menjadi kebutuhan masyarakat ketika akan melakukan kegiatan pertemuan maupun perjalanan. Layanan tersebut saat ini tidak hanya didapatkan di laboratorium maupun rumah sakit, melainkan mulai bermunculan di jalanan dengan ditangani oleh profesional di bidang kesehatan.

Di Kota Jogja ada sejumlah layanan rapid test dengan sistem drive thru yaitu di Depan Hotel Inna Malioboro yang berada di kawasan Malioboro. Selain itu layanan serupa juga terdapat di Jalan Wates tepatnya Halaman Parkir Paradise Resto, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Layanan ini digawangi oleh alumnus Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII melalui Tri Setya Adi Manager Area Jateng & DIY PT Citra Alinia Medikatama. Layanan rapid tes di jalanan ini melibatkan tenaga Kesehatan dari RSU Mitra Paramedika.

BACA JUGA : Ke Jogja Harus Bawa Hasil Rapid Antigen, Apa Bedanya

“Kami menempatkan lokasi rapid test di titik lokasi strategis yang mudah di akses oleh masyarakat di Jogja. Selain drive thru juga ada pelayanan on call, pelayanan panggilan ke lokasi user. Untuk di Malioboro kami menyasar wisatawan, sedangkan di Ambarketawang menyasar calon penumpang pesawat yang akan ke YIA,” ungkap Tri Setya dalam rilisnya yang diterima Kamis (26/2/2021).

Ia menambahkan layanan itu beroperasi sejak sebulan terakhir dan penggunanya cukup banyak. Beberapa pelaku perjalanan mendominasi pemakai layanan tersebut. Karena hasilnya tergolong cepat antara 5 menit hingga 10 menit. Ia memasang tarif Rp230.000 untuk rapid antigen dan Rp125.000 untuk rapid antibodi untuk layanan tersebut.

“Ada juga pelaku perjalanan yang akan masuk Jogja tetapi tidak membawa rapid antigen lalu memanfaatkan layanan ini,” ujarnya.

BACA JUGA : Bakal Ada Pemeriksaan, Wisata ke Jogja Perlu Bawa Hasil

Direktur Umum RSU Mitra Paramedika Ichsan Priyotomo memastikan tenaga kesehatan yang terlibat dalam layanan ini sudah profesional yang sudah memiliki STR (Surat Tanda Registrasi). Apabila dalam melakukan tes ternyata ditemukan ada yang hasilnya positif, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Satgas. Oleh karena itu sebelum dites, mereka harus mengisi biodata secara lengkap.

“Kegiatan rapid test baik antigen dan antibodi yang dilaksanakan sudah mengikuti prosedur standar dan telah menggunakan rapid test kit yang sudah mengantongi ijin edar yang dikeluarkan Kemenkes,” katanya.