Bakal Ada Pemeriksaan, Wisata ke Jogja Perlu Bawa Hasil Rapid Test atau Swab

Sejumlah wisatawan yang berada di Tamansari, Kecamatan Kraton, Jogja, Jumat (30/10/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
17 Desember 2020 17:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah langkah pengamanan protokol kesehatan pada libur akhir tahun akan diterapkan Pemkot Jogja. Salah satu wacana yang bakal digencarkan oleh Pemkot Jogja ialah pemeriksaan surat sehat pengunjung destinasi wisata melalui teknik sampling.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengingatkan para pelancong untuk memenuhi persyaratan khusus bagi pengunjung asal luar kota. "Persayaratan khusus adalah menunujukan bahwa dia sehat, tapi ngeceknya dimana, kapan, itu kan susah. Mereka harus pastikan dirinya sehat, kita juga akan pastikan protokolnya ketat," tuturnya Rabu (16/12/2020).

BACA JUGA: 140 Personel Dikerahkan untuk Bubarkan Kerumunan di Bantul

Haryadi secara tegas akan melakukan pengambilan sampel pengunjung untuk memeriksa kelengkapan surat kesehatan mereka. "Kita akan sampling lah, kalau ada kerumunan gitu. Jangan kaget nanti petugas ada yang tanya dari mana ada hasil tesnya tidak, mana lihat. Kamu dari mana dan tunjukkan, entah ada foto di handphone, tidak perlu diotong-potong fisiknya," tandasnya.

Namun Haryadi menyampaikan para pengunjung perlu memperhatikan masa berlaku surat Swab maupun Rapid Diagnostic Test (RDT) yang dibawa. Saat ini surat Swab berlaku selama 14 hari sememtara surat RDT berlaku tujuh hari. "Perlu saya sampaikan yang namanya rapid test atau Swab ada masa kadaluarsanya.

"Jangan terus hasil Swab atau rapid bulan November terus dibawa kemana-mana, ya enggak bisa, ada kadaluarsanya. Dimana surat tersebut sudah tidak berlaku sebagai identitas kesehatan seseorang," tegasnya.