Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pemeriksaan kesehatan pengendara sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona. /Harian Jogja-Catur Dwi Jannati
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah berencana melakukan penyekatan di jalan alteri dan tol baik di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur saat musim mudik Lebaran nanti. Adapun Pemda DIY sampai saat ini belum memiliki inisiasi untuk melakukan penyekatan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan berdasarkan hasil koordinasi nasional dengan Kementerian Perhubungan, DIY tidak termasuk wilayah yang harus melakukan penyekatan. Penyekatan arus mudik hanya dilakukan mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
"Kami masih menunggu kebijakan pimpinan daerah. Kami belum berinisiasi untuk melakukan penyekatan atau pemeriksaan surat bebas Covid-19 di wilayah perbatasan," katanya di sela kegiatan inspeksi angkutan barang dan angkutan umum di lapangan Denggung, Sleman, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Resmi! ASN Dilarang Mudik atau Bepergian pada 6 - 17 Mei 2021
Meskipun tidak ditunjuk menjadi daerah yang perlu melakukan penyekatan, kata Made, bukan berarti DIY terbuka lebar untuk keluar masuk. Dishub DIY tetap akan mendirikan pos-pos penjagaan selama mudik Lebaran. Pos-pos penjagaan tersebut akan didirikan di Denggung, Prambanan, Piyungan dan Ambarketawang.
Selain itu, Dishub DIY juga akan berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/Kota, pihak kepolisian dan TNI untuk mendirikan pos penjagaan. Pos penjagaan diperbatasan dilakukan kabupaten/kota dan dilakukan selama 24 jam. "Meski DIY dibentengi oleh daerah lain, kami tetap waspada. Kami tetap melakukan pembatasan, tapi tidak dilakukan penyekatan," katanya.
Disinggung soal Kampanye "Tidak Mudik Tapi Piknik ke Jogja" yang digaungkan sejumlah elemen masyarakat, Made berharap kesadaran masyarakat misalnya untuk berwisata tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, katanya, sektor pariwisata juga menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
"Apa yang disarankan Pusat untuk tidak mudik ya harus diperhatikan. Harapan kami, masyarakat mematuhinya. Pelaku wisata menerapkan protokol kesehatan dan sesuai ketugasan kami, Dishub hanya mengatur soal arus lalu lintas," katanya.
Baca juga: Pemkab Sleman Pastikan Penyaluran BBM dan Elpiji di Kawasan Wisata Kaliurang Aman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan larangan mudik bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selain masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, kata Kustini, saat ini pemerintah masih konsentrasi menyesaikan program vaksinasi.
"Ya itu untuk memutus penyebaran Covid-19. Kami meminta agar warga Sleman yang ada di perantauan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan ikuti saja aturan, anjuran pemerintah," ujar Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.