WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan meminta masyarakat lebih waspada. Hal itu sebagai respons prediksi cuaca BMKG yang menyebut Jawa Tengah dan DIY akan terdampak Siklon Tropi Seroja dalam tiga hari ini.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono, menjelaskan TRC disiagakan untuk memberikan bantuan penanganan terkini apabila nanti ada kejadian bencana. “Kami juga akan membuat surat edaran untuk seluruh kapanewon dan pemangku wilayah supaya menyiagakan Unit Pelaksana dan Unit Operasi di masing-masing wilayah,” uajrnya, Rabu (7/4/2021).
BACA JUGA : Siklon Tropis Seroja di NTT Berdampak hingga ke Jogja, Ini Penjelasan BMKG
Kedua unit ini diharapkan itu bisa melakukan penanganan kejadian awal, sebelum BPBD memberikan bantuan. “Di surat juga diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan itu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa untuk tiga hari ke depan DIY akan terdampak siklon tropis itu,” katanya.
Ia memetakan untuk daerah rawan di wilayah Sleman meliputi daerah yang berbatasan dengan Bantul dan Kota Jogja, lantaran siklon tropis lebih banyak pengaruhnya dari selatan. “Itu untuk wilayah tersebut kita mendapatkan skala prioritas nanti kalau misalnya ada kejadian berarti pengerahan TRC dan komponen yang ada di BPBD ke arah sana,” katanya.
Meski demikian tidak menutup kemungkinan karena kebiasaan kalau angin kencang di Sleman itu datangnya dari utara itu mulai dari Tempel ke selatan, maka akan mendapatkan prioritas mitigasi juga mulai dari Tempel, Sayegan, Sleman sampai ke Mlati.
“Jadi nanti dampak siklon itu seharusnya dari wilayah selatan berarti kita dari mulai Moyudan, terus ke timur Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan. Itu yang kemungkinan akan terdampak. Tapi kalau dari hasil pengamatan kita selama ini yang sering terjadi angin kencang itu dari Tempel ke Selatan. Tempel, Sleman, Seyegan, Mlati, itu nanti biasanya akan terdampak juga.,” ungkapnya.
BACA JUGA : Siklon Tropis Akan Lebih Sering, Ini Rekomendasi Pakar dari UGM
Adapun potensi bahaya jika di wilayah perkotaan seperti Depok, Kalasan dan Prambanan berupa kerusakan atau tumbangnya baliho di jalan-jalan besar. Untuk mengantisipasi bahaya ini, pihaknya memberikan informasi ke Badan dan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Sleman untuk mengimbau pemilik baliho agar standby di sekitar lokasi.
“Karena BPBD tidak memungkinkan untuk melakukan penanganan kalau sampai baliho-baliho itu ambruk, kan itu sudah wilayahnya pemilik. Jadi kami hanya akan membantu menutup jalan itu nanti kami membantu menyingkirkan. Paling untuk memperlancar arus lalu lintas dulu. Nanti penanganan lebih lanjut itu akan dilakukan oleh pemilik baliho,” kata dia.
Kepada masyarakat diimbau untuk lebih waspada, dengan tidak melakukan aktivitas di tempat yang sekiranya membahayakan kalau terjadi angin kencang. Aktivitas yang melibatkan banyak orang, jangan di satu tempat yang rawan ambruk, tapi lebih baik kegiatan tersebut di dalam satu gedung yang kuat atau di luar lapangan terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.