Misi Bangkit PSS Sleman, Pieter Huistra Incar Tiga Poin di Maguwoharjo
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Foto Ilustrasi talut ambrol. /Ist-dok BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, BANTUL - Musim pancaroba yang tengah berlangsung masih berpotensi munculkan sejumlah kondisi gawat darurat banjir dan longsor. Setidaknya puluhan talud yang terletak di 20 titik berpotensi rawan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyampaikan pada musim peralihan hujan ke kamarau kali ini diiringi adanya siklon seroja. Dampaknya wilayah DIY tak terkecuali Bantul, waspada atas kondisi ekstrem yang tengah berlangsung.
"Terlebih Bantul, oleh sebab itu dalam menghadapi musim yang ekstrem ini, kita selama musik penghujan, teman-teman kita di 20 desa tetap bersiap untuk antisipasi wilayah rawan longsor dan banjir," terangnya Minggu (11/4/2021).
BACA JUGA : Hujan Lebat Talut Penahan Rumah Warga di Giwangan
"Beberapa wilayah memang berpotensi longsor, misalkan di Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pleret dimungkinkan terjadi rawan longsor. Kalau banjir tentu saja di wilayah yang dilalui sungai-sungai besar. Utamanya yang perlu diwaspadai sungai Gajah Wong, Sungai Code, Sungai Opak, Sungai Bedog, itu beberapa sungai yang perlu kita waspadai tentang potensi rawan banjir," ucapnya.
Dijelaskan Dwi sebanyak 20 desa telah mendirikan posko untuk antisipasi bencana banjir sejak beberapa bulan lalu. Sejurus dengan kerawanan banjir, talud-talud di 20 titik tersebut juga berpotensi rawan ambrol.
"Talud-talud yang rawan ambrol di 20 titik. Banjir akan menghantam badan talud yang akhirnya menyebabkan longsor. Karena memang kondisi tanah di Bantul itu kan labil. Sehingga talud terutama yang tadi kami sebutkan, di dekat sungai itu potensi longsornya tinggi," katanya.
BACA JUGA : MUSIM HUJAN : Talut di Bener & Surokarsan Rawan Longsor
Tingginya debit air dan kencangnya aliran ditambah kondisi tanah yang labil membuat talud di 20 titik rawan longsor.
"Terutama yang di Opak-Oyo itu, karena debitnya cukup besar, kedangkalan sungainya juga sudah dangkal. Sehingga sebetulnya kedepannya sungai yang diindikasikan sudah dangkal itu harus ada normalisasi dari balai besar, mengantisipasi cuaca seperti ini yang kedepannya tidak semakin berkurang tetapi semakin tinggi," ujarnya.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Lukluk Firmansyah menerangkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor di telah ditetapkan sejak akhir tahun 2020. Bantul sudah melakukan antisipasi dengan mendirikan 20 pos siaga darurat banjir dan longsor yang sampai saat ini masih aktif.
Aka menegaskan pemantauan ketinggian air dan retakan tanah yang berpotensi longsor diamati terus menerus selama 24 jam oleh BPBD Bantul dan FPRB. Meskipun telah melakukan serangkaian upaya mitigasi Aka meminta warga untuk aktif dan berpartispasi dalam upaya penanggulangan bencana.
BACA JUGA : Hujan Deras, Dinding Talut Setinggi 15 Meter di Piyungan
"Harapannya masyarakat juga aktif melalukan kegiatan pengurangan risiko bencana, mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem. Kemudian secara aktif membagikan informais yang akurat dan yang berasal dari sumber terpercaya," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.
Liverpool vs Tottenham di Carabao Cup, Rabu dini hari. The Reds mengejar gelar ke-11, Spurs mencari momentum setelah paceklik gol.
15 September 2026 memperingati Hari Demokrasi Internasional. Simak juga Hari Insinyur Sedunia dan Greenpeace Day.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu menggantikan Purbaya. Simak gaji pokok, tunjangan, dana operasional, dan fasilitas menteri.