Pilur Gunungkidul 2026 Dibuka, Ini Aturan Maksimal 5 Calon
Pendaftaran Pilur Gunungkidul 2026 dibuka hingga 23 Juli. Setiap kalurahan maksimal lima calon lurah, kelebihan peserta akan mengikuti seleksi.
Foto ilustrasi. /JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaksanaan Salat Tarawih di Gunungkidul belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Pasalnya, pada saat ibadah masih ada jemaah yang tidak memakai masker.
Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Tarawih di masjid di Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari. Didalam pelaksanaan sudah menerapkan jaga jarak dan jemaah ada yang membawa sajadah masing-masing.
Meski demikian, untuk pemakaian masker masih ada yang belum memakainya.
Salah seorang jemaah Tarawih, Kismaya mengatakan, teknis salat tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan tahun lalu, yakni selesai sekitar pukul`19.45 WIB.
“Ini sudah termasuk khotbah. Untuk suratnya standar seperti biasa,” katanya, Rabu (14/4/2021).
BACA JUGA: Semua Jalur Masuk DIY Dijaga 24 Jam untuk Halau Pemudik, Bagaimana dengan Pelaju?
Disinggung mengenai imbauan dari Takmir masjid tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan, Kismaya mengaku sepanyang penyelenggaraan belum ada imbauan. Namun, lanjut dia, masyarakat sudah banyak yang patuh, walaupun tetap saja ada yang masih membandel. “Kebanyakan sudah memakai masker. Tapi ada juga yang tidak, meski jumlahnya tidak sebanyak dengan yang memakai masker,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran Pilur Gunungkidul 2026 dibuka hingga 23 Juli. Setiap kalurahan maksimal lima calon lurah, kelebihan peserta akan mengikuti seleksi.
DPR, BPH Migas, dan Pertamina memastikan stok BBM nasional aman. Masyarakat diminta tidak panic buying meski terjadi antrean di sejumlah SPBU.
Kawasan pesisir Baros di Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, yang dulu dikenal sepi kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang ramai dikunju
Komisi Irigasi DIY mematangkan pola tanam adaptif sebagai strategi menghadapi meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.
Warga Palihan menagih kepastian pembelian 88 bidang sawah untuk pengganti tanah kas kalurahan yang terdampak pembangunan Bandara YIA.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali menggelar tradisi jamasan atau pencucian pusaka Tombak Kiai Kanjeng Wijaya Mukti di Balai Kota Jogja, Kamis (17/7)