WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sejumlah pelaku komplotan curanmor lintas pulau beserta barang curiannya, telah diamankan di Polda DIY, Selasa (27/4/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, DEPOK--Sebanyak delapan pemuda diamankan Polda DIY lantaran aksinya mencuri kendaraan sepeda motor dengan modus membobol motor dengan kunci T. Kedelapan pelaku merupakan satu komplotan yang kerap beraksi di sejumlah kota dengan tujuan penjualan di wilayah Sumatera.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria, menjelaskan kedelapan pelaku yakni J, DA, JC, RS, AW, H, A dan MAR. Pelaku berusia 16 hingga 37 tahun. “Semuanya berdomisili di Lampung. Biasa disebut Kelompok Lampung,” ujarnya, di Mapolda DIY, Selasa (27/4/2021).
BACA JUGA : Curanmor di Samigaluh, Motor Ketemu di Penadah
Komplotan ini beraksi pada waktu yang bersamaan, yakni pada Sabtu (24/4), mulai dari pukul 22.00 WIB hingga keesokan harinya pada Minggu (25/4) pukul 07.00 WIB, di lima lokasi yang berbeda, meliputi Jalan Karangsari, Kotagede, Kota Jogja; Panggungharjo, Sewon, Bantul; lalu di Jalan Gejayan, Kuningan, dan Karangmalang, ketiganya di wilayah Condongcatur, Depok, Sleman.
Atas laporan dari salah satu korban yang berlokasi di Jalan Karangsari, Kotagede, Polda DIY bersama Polresta Jogja segera melakukan pengejaran pada kelompok ini. Pengejaran berlangsung cukup jauh, yakni mulai dari Sedayu, Purworejo, Kebumen, hingga akhirnya Pelabuhan Bakahuni.
Sesampainya di Bakahuni, didapati para pelaku sudah berhasil menyeberang dengan menaiki sebuah truk untuk mengangkut 12 unit motor hasil curiannya. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Bakahuni, semua pelaku beserta barang bukti pun berhasil diamankan.
BACA JUGA : Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Ditangkap
Dari penangkapan tersebut, barang curian yang berhasil diamankan sebanyak 19 unit sepeda motor, dengan rincian 11 unit Honda Beat, saytu unit Honda Vario, dua unit Yamaha Vega, dua Unit Honda Scoopy dan tiga unit Honda CRF.
“Honda menjadi motor paling laku di pasar Sumatera. Untuk Scoopy dan Beat bisa dijual Rp4 juta. Kalau CRF bisa sampai Rp10 juta,” ungkapnya.
Komplotan ini beraksi dengan cara berkumpul dulu di suatu titik untuk kemudian berpencar yang dibagi setiap lokasi dua orang berboncengan. Jika mendapati motor berpotensi untuk diambil maka meraka akan segera eksekusi. Namun jika terjadi perlawanan, pelaku juga siap untuk melakukan tindak kekerasan.
BACA JUGA : Belasan Pelaku Curanmor di Jogja Digulung Polisi
Dari delapan pelaku yang diamankan, tiga diantaranya merupakan residivis kasus serupa. Komplotan ini kata dia, biasa beraksi di sejumlah kota di Jawa seperti Jakarta, Bandung dan Jogja. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran pada lima pelaku lainnya dalam komplotan ini yang diduga memiliki senjata api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.