Polisi Dalami Fakta Rumah Api Seyegan, Penyelidikan Masih Berjalan
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Suasan los penjual pakaian di Pasar Bantul, Senin (3/5/2021). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Sepuluh hari jelang lebaran, situasi los-los pakaian di Pasar Bantul masih terpantau lengang. Belum ada kepadatan konsumen pakaian lebaran yang signifikan jelang hari raya.
Dari puluhan los pakaian di Pasar Bantul, tak semua los dihampiri oleh para pengunjung. Hanya satu dua los pakaian yang tengah lakukan transaksi atau sekedar didatangi pengunjung yang ingin melihat-melihat. Minimnya pengunjung membuat tak banyak los yang disatroni pengunjung.
BACA JUGA : Senangnya Angel Lelga, Dapat Baju dan Kue Gratis untuk
Salah satu pedagang pakaian Pasar Bantul, Darojah, akui belum ada kenaikan signifikan dalam penjualan baju. Penurunan omzet penjualan terjadi sejak munculnya tren penjualan online. Situasi diperburuk dengan adanya pandemi dua tahun belakangan. "Masih biasa, agak sepi, biasa tidak ada peningkatan. Semenjak ada corona terus model online-online itu jadi sepi," tuturnya pada Senin (3/5/2021).
Bila situasi normal, penjualan pakaian menjelang lebaran bisa mencapai lebih dari 50 potong sehari dengan harga bervariasi. Sementara lebaran tahun lalu penjualan paling mentok sekitar 25 potong sehari.
"Hari-hari biasa pandemi paling 10-15 potong, kalau sepi banget ya delapan potong. Sepi banget," imbuhnya.
BACA JUGA : Bukan Gamis, Jelang Lebaran Ini Warga Lebih Banyak
Meski penjualan belum sebanding dengan kulakan, Darojah mengaku pasrah dengan situasi yang ada. Ia memprediksi penjualan pakaian baru akan meningkat sepekan jelang lebaran.
Masuk jauh lebih ke dalam Pasar Bantul, los pakaian milik Nur jauh alami kondisi yang lebih sepi. Sehari-harinya penjualan baju di los miliknya paling tiga sampai empat potong dan paling banter selusin.
Padahal bila kondisi normal, penjualan pakaian jelang lebaran bisa mencapai 30-40 potong per hari. "Sekarang belum ada. Tapi lebih parah tahun yang kemarin waktu awal-awal corona. Itu malah sering ngeblong," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Restorasi Candi Prambanan dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata DIY meski berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara.
Polsek Bantul mengungkap kasus curanmor di Lapangan Paseban. Pelaku residivis teridentifikasi setelah polisi mencocokkan nomor rangka sepeda motor.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah