Hak Eks Karyawan RSGM Belum Cair, Pemkab Bantul Minta Ada Kepastian
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
Gubernur Ganjar Pranowo melihat pos penyekatan pemudik di Terminal Kota Tegal, Minggu (9/5/2021). /Ist-Dok Pemprov Jateng
Harianjogja.com, JOGJA - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama berpendapat peran Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW perlu dioptimalkan dalam masa mudik Lebaran kali ini. Meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan larangan mudik namun masih banyak pemudik yang dilaporkan lolos dan pulang ke daerah asal.
Menurut Bayu, warga yang sudah terlanjur mudik ke kampung halamannya agar dilakukan pengetatan di wilayah tujuan mudik. Baginya setiap warga yang mudik harus dilakukan tes Covid-19 sebanyak dua kali di saat kedatangan dan dikarantina terlebih dahulu. Selanjutnya ada penguatan sistem surveilans dan monitoring kasus di masing-masing wilayah terutama sampai tingkat RT/RW.
“Intinya jika memungkinkan semua pemudik yang kembali pulang dikarantina dulu lima hari dan dites dua kali,” paparnya, Rabu (12/5/2021).
Namun yang tidak kalah penting adalah pelaporan di tingkat RT/RW. Pengoptimalan pencatatan untuk pemudik yang datang sampai dengan kontak dan alamat asal untuk dilaporkan ke Satgas daerah menjadi penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus. “Tujuannya untuk mempermudah kontak tracing jika terjadi kasus,” katanya
Lebih lanjut, langkah pemerintah yang melakukan tes acak terhadap 6.742 pemudik yang melalui pos penyekatan dan didapatkan sekitar 4.123 pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19, disebutnya data itu belum bisa menunjukkan gambaran angka sebenarnya. Sebab tes tersebut dilakukan secara acak dan tidak disebutkan alat tes deteksi covid-19 yang digunakan.
“Belum tentu [angka sebenarnya], karena untuk menggambarkan kondisi sebenarnya kita perlu kaidah yg benar dalam mengambil sampel secara acak,” kata Bayu.
Menurutnya jika pun tes secara acak menggunakan tes rapid antigen, swab PCR atau Genose C19 maka angka terkonfirmasi positif sebesar itu menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan. Namun begitu tidak bisa menjadi dasar untuk mengatakan secara keseluruhan kondisi gambaran pemudik yang terpapar Covid-19. “Untuk mencapai gambaran sebenarnya perlu sistematika pengambilan sampel acak yang sesuai kaidah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
SPPG Karangwuni mendukung investigasi menyeluruh dugaan keracunan MBG di SMP Negeri 3 Wates, termasuk sanitasi kantin dan SOP distribusi makanan.
Kejagung menjelaskan sprindik baru TPPU terhadap Febrie Adriansyah diterbitkan setelah temuan 74 kilogram emas dan uang valuta asing.
IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.196,43 akibat meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah dan tarif baru Amerika Serikat.
Kementerian PU mulai menerapkan Aspal Buton 30% di sejumlah jalan tol strategis untuk mengurangi impor aspal dan menekan beban APBN.
Febrie Adriansyah memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan TPPU terkait temuan 74 kilogram emas di Sentul.