Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Gubernur Ganjar Pranowo melihat pos penyekatan pemudik di Terminal Kota Tegal, Minggu (9/5/2021). /Ist-Dok Pemprov Jateng
Harianjogja.com, JOGJA - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama berpendapat peran Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW perlu dioptimalkan dalam masa mudik Lebaran kali ini. Meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan larangan mudik namun masih banyak pemudik yang dilaporkan lolos dan pulang ke daerah asal.
Menurut Bayu, warga yang sudah terlanjur mudik ke kampung halamannya agar dilakukan pengetatan di wilayah tujuan mudik. Baginya setiap warga yang mudik harus dilakukan tes Covid-19 sebanyak dua kali di saat kedatangan dan dikarantina terlebih dahulu. Selanjutnya ada penguatan sistem surveilans dan monitoring kasus di masing-masing wilayah terutama sampai tingkat RT/RW.
“Intinya jika memungkinkan semua pemudik yang kembali pulang dikarantina dulu lima hari dan dites dua kali,” paparnya, Rabu (12/5/2021).
Namun yang tidak kalah penting adalah pelaporan di tingkat RT/RW. Pengoptimalan pencatatan untuk pemudik yang datang sampai dengan kontak dan alamat asal untuk dilaporkan ke Satgas daerah menjadi penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus. “Tujuannya untuk mempermudah kontak tracing jika terjadi kasus,” katanya
Lebih lanjut, langkah pemerintah yang melakukan tes acak terhadap 6.742 pemudik yang melalui pos penyekatan dan didapatkan sekitar 4.123 pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19, disebutnya data itu belum bisa menunjukkan gambaran angka sebenarnya. Sebab tes tersebut dilakukan secara acak dan tidak disebutkan alat tes deteksi covid-19 yang digunakan.
“Belum tentu [angka sebenarnya], karena untuk menggambarkan kondisi sebenarnya kita perlu kaidah yg benar dalam mengambil sampel secara acak,” kata Bayu.
Menurutnya jika pun tes secara acak menggunakan tes rapid antigen, swab PCR atau Genose C19 maka angka terkonfirmasi positif sebesar itu menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan. Namun begitu tidak bisa menjadi dasar untuk mengatakan secara keseluruhan kondisi gambaran pemudik yang terpapar Covid-19. “Untuk mencapai gambaran sebenarnya perlu sistematika pengambilan sampel acak yang sesuai kaidah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Kejati DIY menetapkan ABW sebagai tersangka dugaan korupsi kelonggaran tarik pinjaman senilai sekitar Rp1,66 miliar di Wonosari.
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Selama 56 tahun, SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan rumah tangga, perkembangan teknologi.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.