Jogja Expo 2026 Catat Potensi Perputaran Ekonomi Rp25 Miliar
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Gubernur Ganjar Pranowo melihat pos penyekatan pemudik di Terminal Kota Tegal, Minggu (9/5/2021). /Ist-Dok Pemprov Jateng
Harianjogja.com, JOGJA - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama berpendapat peran Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW perlu dioptimalkan dalam masa mudik Lebaran kali ini. Meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan larangan mudik namun masih banyak pemudik yang dilaporkan lolos dan pulang ke daerah asal.
Menurut Bayu, warga yang sudah terlanjur mudik ke kampung halamannya agar dilakukan pengetatan di wilayah tujuan mudik. Baginya setiap warga yang mudik harus dilakukan tes Covid-19 sebanyak dua kali di saat kedatangan dan dikarantina terlebih dahulu. Selanjutnya ada penguatan sistem surveilans dan monitoring kasus di masing-masing wilayah terutama sampai tingkat RT/RW.
“Intinya jika memungkinkan semua pemudik yang kembali pulang dikarantina dulu lima hari dan dites dua kali,” paparnya, Rabu (12/5/2021).
Namun yang tidak kalah penting adalah pelaporan di tingkat RT/RW. Pengoptimalan pencatatan untuk pemudik yang datang sampai dengan kontak dan alamat asal untuk dilaporkan ke Satgas daerah menjadi penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus. “Tujuannya untuk mempermudah kontak tracing jika terjadi kasus,” katanya
Lebih lanjut, langkah pemerintah yang melakukan tes acak terhadap 6.742 pemudik yang melalui pos penyekatan dan didapatkan sekitar 4.123 pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19, disebutnya data itu belum bisa menunjukkan gambaran angka sebenarnya. Sebab tes tersebut dilakukan secara acak dan tidak disebutkan alat tes deteksi covid-19 yang digunakan.
“Belum tentu [angka sebenarnya], karena untuk menggambarkan kondisi sebenarnya kita perlu kaidah yg benar dalam mengambil sampel secara acak,” kata Bayu.
Menurutnya jika pun tes secara acak menggunakan tes rapid antigen, swab PCR atau Genose C19 maka angka terkonfirmasi positif sebesar itu menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan. Namun begitu tidak bisa menjadi dasar untuk mengatakan secara keseluruhan kondisi gambaran pemudik yang terpapar Covid-19. “Untuk mencapai gambaran sebenarnya perlu sistematika pengambilan sampel acak yang sesuai kaidah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
KAI menggelar Safety Hunting bersama 30 railfans di Kulonprogo untuk mengedukasi keselamatan saat berburu foto kereta api.
Lansia 89 tahun ditemukan meninggal dengan luka bakar di sawah Godean, Sleman. Polisi masih mendalami penyebab kejadian tersebut.
Timnas Indonesia U-17 menghadapi Filipina, Kamboja, Afghanistan, dan Myanmar di Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Simak jadwal lengkapnya.