Penanganan 11 Bayi di Pakem Disorot, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). /Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL - Posko penyekatan pemudik resmi dibubarkan Dinas Perhubungan Bantul. Dari hasil evaluasi jumlah pemudik melonjak 60 persen dari tahun 2020.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta pada Jumat (21/5/2021) menegaskan terjadi lonjakan pemudik cukup tinggi di lebaran 2021. Total 1548 kendaraan roda empat dan 86 kendaraan diperiksa di tiga posko penyekatan yang berada di Srandakan, Sedayu, dan Piyungan. Sebanyak 68 kendaraan roda empat dan 17 kendaraan roda dua diminta putar balik saat arus mudik karena tidak mengantongi surat-surat persyaratan.
"Saat kita lakukan penyekatan arus balik di lokasi yang sama didukung Polres Bantul ada 675 kendaraan roda empat diputar balik 66 kendaran Sementara untuk roda dua diputar balik satu kendaraan," tuturnya.
Baca juga: Tak Hanya Pemerintahan, Kantor Non-pemerintahan di Sleman Kumandangkan Indonesia Raya Setiap Hari
Dari data tersebut Aris melihat penyekatan yang dilakukan masih ditemui kebocoran atau pemudik yang lolos di posko penyekatan wilayah lain. Pasalnya Aris menilai letak Bantul yang berada di ring kedua dan ketiga harusnya tak banyak pemudik yang lolos dari posko penyekatan perbatasan provinsi.
Banyaknya pemudik yang lolos meningkatkan tren mudik di tahun ini. "Dari tren pemudik banyak peningkatan dibanding tahun lalu. Kira-kira peningkatan 60 persen pun ada," tandasnya.
Baca juga: Kapolresta Jogja Khawatir Timbul Klaster Covid-19 di Demo Bela Palestina
"Karena tahun kemarin mungkin pandemi masih baru sehingga masyarakat masih ketakutan. Sehingga tahun ini karena sudah ada yang vaksin keberanian itu muncul, akibatnya banyak yang mudik lebaran," tegasnya.
Menurut Aris salah satu hal yang perlu dievaluasi yakni penguatan pengetatan pemudik di Posko Penyekatan perbatasan provinsi. "Jadi terbukti kita lakukan di sini masih banyak yang lolos dalam arti pemudik masuk Bantul yang enggak bisa menunjukan swab. Kalau bisa menunjukan swab enggak masalah, tapi ini enggak bisa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.