Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Salah seorang pekerja memanasi keranjang untuk menghilangkan bulu-bulu dari serat-serat gedebog pisang di usaha kerajinan milik Wisnu Widodo di Dusun Mendang 3, Ngestirejo, Tanjungsari, Rabu (5/5/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Kerajinan gedebog pisang di Dusun Mendang 3, Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul telah menjadi salah satu industry kecil menengah unggulan karena sudah memasuki pasar ekspor. Meski demikian, bahan baku kerajinan belum bisa disediakan secara mandiri karena harus mendatangkan dari Bojonegoro, Jawa Timur.
Pemilik usaha kerajinan gedebog pisang, Wisnu Widodo mengatakan, usaha kerajinan gedebog pisang sudah berkembang pesat. Pasalnya, lokasi usaha tidak hanya di Kalurahan Ngetirejo, karena sudah ada di wilayah lain seperti Ngeposari, Kapanewon Semanu. Selain itu, juga tersebar di Kapanewon Ponjong, Gedangsari hingga Nglipar.
BACA JUGA : Berkat Gedebog Pisang, Bekas OB Mampu Hidupi Ratusan
“Sudah banyak. Bahkan di Semanu ada pabrik yang menampung kerajinan milik masyarakat,” katanya, Minggu (23/5/2021).
Meski berkembang pesat, Wisnu mengakui bahwa bahan baku belum bisa disediakan secara mandiri. Pasalnya, tali tampar yang terbuat dari gedebog pisang sebagai bahan baku kerajinan banyak didatangkan dari luar daerah. Salah satunya, dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. “Di sana menjadi sentra dan rutin mengambil bahan baku untuk pembuatan kerajinan keranjang gedebog pisang,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam rentang waktu satu minggu mendatangkan bahan baku hampir mencapai tujuh ton serat gedebog pisang yang berbentuk tali tampar. Setelah datang bahan-bahan ini dikirimkan ke para perajin untuk dibuat kerajinan sesuai dengan pesanan.
“Hasilnya nanti dikumpulkan terus dikirim ke pengusaha di Bantul untuk kemudian dijual ke luar negeri. Untuk perajin ada sekitar 300 orang yang membantu produksi,” katanya.
BACA JUGA : UMKM KULONPROGO : Sentra Kerajinan Pelepah Pisang
Disinggung mengenai upaya membuat bahan baku secara mandiri, Wisnu mengakui fokus masih untuk pembuatan kerajinan. Terlebih lagi, lanjut dia, untuk pasokan juga tidak ada kendala sehingga kelancaran usaha tetap terjaga.
“Meski harus mendatangkan dari luar daerah, tapi semuanya masih lancar dan rutin setiap minggunya memasok bahan baku kerajinan,” katanya.
Lurah Ngestirejo, Wahyu Suhendri memberikan apresiasi kepada usaha kerajinan gedebog pisang yang dijalankan Wisnu Widodo. Menurut dai, usaha ini ikut mendorong roda perekonomian karena banyak warga yang ikut berpartisipasi menjadi perajin.
BACA JUGA : Perajin Serat Alam di Sentolo Masih Bergantung Pada Bahan
“Ada 300an perajin yang didominasi oleh ibu-ibu. Saya berharap usahanya terus berjalan dengan baik sehingga dampaknya juga bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.