7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Berbagai upaya untuk memulihkan kondisi perekonomian dari tekanan pandemi COVID-19 terus dilakukan Kota Yogyakarta salah satunya memastikan kesiapan sarana dan prasarana untuk mewujudkan program work from Yogyakarta.
“Saya kira sarana dan prasarana terkait kebutuhan work from Yogyakarta sudah siap,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, kesiapan tersebut di antaranya meliputi jaringan dan kecepatan internet yang bisa diandalkan hingga ketersediaan tempat kerja yang nyaman.
“Yogyakarta memiliki banyak co-working space dengan fasilitas yang cukup memadai. Baik yang dikelola pemerintah maupun sektor swasta. Semuanya siap untuk dimanfaatkan mendukung kerja jarak jauh ini,” katanya.
BACA JUGA: Hasil Penelitian UGM: Varian Baru Virus Corona Belum Terdeteksi Di DIY
Ia memastikan, para pekerja bisa menjalani rutinitas perkerjaan dengan baik, bekerja maksimal sekaligus menikmati suasana hingga berbagai objek wisata di Yogyakarta.
Heroe menambahkan, jika program ‘work from Yogyakarta’ dilaksanakan maka akan menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi yang disebut Jogja untuk Semua setelah selama satu tahun terakhir menggerakkan Jogja untuk Jogja.
“Kota Yogyakarta mulai membuka diri untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selama satu tahun terakhir, kami lebih fokus pada upaya untuk menggerakkan perekonomian dengan mengandalkan kekuatan masyarakat secara mandiri karena pariwisata dan pendidikan belum berjalan optimal,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan siap apabila kementerian menjalankan program work from Yogyakarta menyusul program yang sama yang dilakukan di Bali.
“Tentunya kami menyambut baik program itu jika memang benar akan dilakukan di Yogyakarta karena dalam kondisi seperti sekarang ini yang kami lakukan adalah memastikan layanan pariwisata yang prima,” katanya.
Dengan program work from Yogyakarta, lanjut dia, maka diharapkan kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exibition) akan kembali menggeliat.
“Saya kira seluruh pelaku usaha jasa pariwisata pun siap jika program dilanjutkan ke Yogyakarta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.