WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan tidak ada lokasi yang berpotensi kekeringan. Kapanewon Prambanan yang beberapa tahun lalu masih mendapat droping air, kini telah memiliki jaringan air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan semua lokasi di Sleman saat ini telah terkondisi untuk tidak terjadi kekeringan selama musim kemarau. “Sekarang sudah terkondisi semua, Prambanan juga sudah,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).
Pada tahun-tahun sebelumnya, Kapanewon yang terletak di Sleman timur ini kerap terjadi krisis air bersih, hingga harus mendapatkan drop air bersih dari BPBD Sleman. Namun pada 2020 lalu, telah dibangun jaringan air bersih oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Ia menjelaskan jaringan air bersih tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya saja mengambil sumber airnya yang berbeda. “Suplai diambilkan dari bawah, Berbah, dipompa naik ke atas, kemudian didistribusikan menggunakan sistem gravitasi,” katanya.
Baca juga: Warga Miskin di Sleman Dapat Ajukan Jaringan Pengaman Sosial
Kepala pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto, menuturkan secara umum kebutuhan air bersih masyarakat Sleman sudah terpenuhi. Meski demikian, ia mengakui jika musim kemarau suplai air memang tidak sebanyak seperti pada musim hujan.
“Yang Namanya musim kemarau air pasti berkurang. Tapi bisa mencukupi baik itu untuk ternak, rumah tangga, dan lainnya, itu tercukupi. Yang tahun kemarin harus ngedrop sehari 50 tanki lebih untuk Prambanan, sekarang tidak ngedrop sama sekali,” ungkapnya.
Di samping itu, permintaan drop air bersih dari kalurahan maupun kapanewon saat ini juga sudah tidak ada. “Karena sudah kami fasilitasi dengan sumber air dari dekat sungai Opak di Berbah, kami alirkan ke sana, salurkan ke atas,” kata dia.
Ia melihat musim kemarau sebenarnya sudah dimulai pada akhir April. Namun hingga saat ini masih sering terjadi hujan meski dengan intensitas ringan. Dengan fenomena ini, menurutnya kemarau tahun ini relatif lebih aman untuk suplai air dan tidak terlalu kering untuk pertanian.
Selain Prambanan, menurutnya daerah lain relatif lebih banyak suplai airnya karena memiliki sumber air teknis. Sementara di prambanan tidak memiliki sumber air teknis dan hanya bergantung pada air hujan lantaran struktur wilayahnya yang didominasi perbukitan dan padas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Anthropic wajib membayar Rp27 triliun setelah perkara penggunaan ratusan ribu buku bajakan untuk pengembangan AI Claude disetujui pengadilan AS.
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.
Sekolah Kedinasan 2026 segera dibuka. Simak daftar instansi penyelenggara, tahapan seleksi, dan aturan satu pilihan bagi pelamar.
MrBeast resmi menikahi Thea Booysen di Pulau Necker milik Richard Branson. Simak detail pernikahan intim YouTuber terbesar di dunia ini.