TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya meningkatkan pendapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perkotaan dan Pedesaan. Guna memaksimalkan potensi ini diberikan stimulan berupa penghargaan bagi lurah maupun panewu yang melunasi pajak lebih cepat.
Salah satunya penghargaan diberikan kepada Kapanewon Gedangsari. Hal ini dikarenakan kapanewon ini telah melunasi kewajiban membayar PBB lebih cepat dari waktu yang diberikan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, sejak awal akan memaksimalkan potensi pajak yang dimiliki. Hal ini dibutuhkan untuk mendukung program pembangunan di Bumi Handayani.
“Tentunya ada imbal balik dari kepatuhan ini. Lurah dan panewu yang wilayahnya lunas lebih cepat akan diberi penghargaan,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).
Menurut dia, penerimaan PBB di Gunungkidul sudah mulai terlihat karena sudah ada kapanewon yang melunasi, salah satunya Gedangsari. “Sudah lunas dan berdasarkan data selama empat tahun kapanewon ini lunas lebih cepat dari tanggal jatuh tempo. Untuk itu, saya berikan penghargaan berupa piagam dan uang tunai kepada panewu maupun lurah,” ungkapanya.
Baca juga: Tak Bawa Surat Tes Antigen, Wisatawan Luar DIY Akan Diminta Pergi
Sunaryanta berharap prestasi yang diraih Gedangsari bisa diikuti kapanewon lainnya di Gunungkidul. “Kami terus dorong agar kepatuhan pajak terus ditingkatkan karena pendapatan yang diperoleh akan memberikan dampak terhadap program pembangunan di kabupaten,” katanya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, terus berupaya memaksimalkan PAD yang bersumber dari PBB. Selain memperluas jaringan pembayaran, juga ada upaya insentif bagi wilayah yang melakukan pelunasan lebih cepat. “Penghargaan dulu hanya diberikan untuk lurah, tapi mulai tahun ini kapanewon juga memperolehnya. Penghargaan ini bertujuan memaksimalkan penerimaan PAD dari PBB,” katanya.
Panewu Gedangsari, Martono Iman Santosa mengaku senang atas penghargaan yang diberikan bupati atas keberhasilan pelunasan PBB lebih cepat. Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. “Kami terus sosialiasikan tentang pentingnya membayar pajak untuk mendukung pembangunan. Hasilnya terlihat, dalam empat tahun berturut-turut Gedangsari selalu lunas lebih cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.