Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Jumlah warga yang terkonformasi positif terinfeksi virus Corona di Gunungkidul bertambah 242 orang, Jumat (25/6/2021). Tambahan ini merupakan rekor penularan tertinggi dalam sehari sejak kasus ini muncul pertama kali di tahun lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan Gunungkidul kembali mencatatkan penularan tertinggi dalam sehari.
"Penularan Corona di Gunungkidul belum menunjukkan tanda menurun," kata Dewi, Jumat sore.
Meski demikian, ia belum bisa memberikan data rinci tentang sebaran penukaran hingga adanya potensi klaster baru. Dewi mengatakan petugas pengelola data ikut terpapar Corona sehingga sajian data belum mengungkapkan secara detail.
Selain penambahan kasus baru, juga ada 44 warga dinyatakan sembuh dan sepuluh orang meninggal dunia karena Corona.
"Dari 5.031 warga yang dinyatakan positif, 3.469 orang sudah dinyatakan sembuh, 1.611 orang masih menjalani perawatan dan 221 orang dinyatakan meninggal dunia karena Corona," katanya.
Disinggung mengenai ruang perawatan kritikal, Dewi mengakui fasilitas yang ada sangat terbatas. Pasalnya, total hanya ada empat tempat tidur. "Semua ada di rumah sakit pemerintah, untuk swasta belum ada. Keterbatasan ini berpengaruh terhadap angka kematian Corona di Gunungkidul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.